Polwan berhijab jadi andalan amankan demo dekat rumah Jokowi di Solo
Kepolisian Polresta Solo menyiapkan 150 polisi wanita (polwan) berhijab. Mereka akan ditempatkan di barisan terdepan untuk pengamanan. Mereka ditugaskan sebagai tim negosiator sekaligus untuk mendinginkan suasana saat demo berlangsung.
Aksi demonstrasi menuntut penuntasan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak hanya berlangsung di ibu kota. Di Solo, sejumlah ormas keagamaan juga berencana melakukan aksi serupa.
Informasi yang dihimpun, konsentrasi massa di Solo akan terjadi di Bundaran Gladag, Manahan dan Masjid Mujahidin, Banyuanyar, tak jauh dari kediaman pribadi Presiden Joko Widodo.
Mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan, Kepolisian Polresta Solo menyiapkan ratusan polisi wanita (polwan) berhijab. Mereka akan ditempatkan di barisan terdepan untuk pengamanan.
"Kami menyiagakan 150 personel polwan berjilbab. Ratusan polwan itu bukan hanya dari Solo namun dari jajaran kepolisian di Solo Raya," ujar Kapolres kepada wartawan, Kamis (03/11).
Luthfi menjelaskan, ratusan polwan berhijab ditugaskan sebagai tim negosiator sekaligus untuk mendinginkan suasana saat demo berlangsung.
"Mereka kita tempatkan di depan, langsung berhadapan dengan pendemo. Mereka bisa melakukan pengamanan dan pelayanan dengan santun," ucapnya.
Kapolres menuturkan, pihaknya menyiapkan 650 personel untuk mengamankan aksi damai tersebut. "Mereka akan kami tempatkan di tiga titik lokasi' yakni di Manahan, Bundaran Gladag serta Masjid Mujahidin Banyuanyar," katanya.
(mdk/noe)