Polri tidak akan ajukan nama di pemilihan Presiden Interpol
Johan menekankan, Polri tidak akan mencalonkan diri sebagai Presiden Interpol. Sekali pun, Indonesia menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan sidang umum Interpol.
Masa jabatan Presiden Interpol Mireille Ballestrazzi akan berakhir bersamaan dengan selesainya sidang umum Interpol. Pengganti Mireille pun akan ditentukan akhir sidang Interpol pada Kamis (10/11) nanti.
"Kemudian Presiden Interpol yang baru, memang Presiden Interpol akan mengakhiri masa jabatan tahun ini dan akan digantikan dengan yang baru," kata Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Johanis Asadoma di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Selasa (8/11).
Johan menekankan, Polri tidak akan mencalonkan diri sebagai Presiden Interpol. Sekali pun, Indonesia menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan sidang umum Interpol.
Namun, diakui Johan bila beberapa perwakilan Polri akan diajukan mengisi jabatan Eksekutif Komite Interpol.
"Yang menjadi wacana adalah bagaimana kita bisa menjadi anggota Eksekutif Komite Interpol. Kami mungkin akan mencalonkan seorang personel untuk menjadi anggota Eksekutif Komite," jelasnya.
Johan mengatakan, sejauh ini baru Tiongkok yang tertarik mengisi jabatan Presiden Interpol. Mengingat, tahun depan sidang umum Interpol pun akan berlangsung di Tiongkok.
"Informasi yang berkembang yang sudah mengajukan untuk menjadi calon Presiden itu dari Tiongkok, negara lain saya belum dengar," pungkas Johan.
(mdk/sho)