LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polri temukan atribut ISIS dan bahan kimia berdaya ledak tinggi

Polri temukan atribut ISIS dan bahan kimia berdaya ledak tinggi. Boy Rafli Amar mengatakan, jika Dian Yulia Novi yang disiapkan sebagai 'pengantin' bom di depan Istana Negara ternyata sempat berkomunikasi dan mendapat mandat langsung dari Bahrun Naim untuk bunuh diri.

2016-12-15 16:41:39
Teroris Bekasi
Advertisement

Kepolisian Republik Indonesia memperlihatkan sejumlah barang bukti dari hasil penangkapan 11 terduga teroris jaringan Bekasi. Bom yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 itu memiliki daya ledak tinggi (high explosive).

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, jika Dian Yulia Novi yang disiapkan sebagai 'pengantin' bom di depan Istana Negara ternyata sempat berkomunikasi dan mendapat mandat langsung dari Bahrun Naim untuk bunuh diri.

"Dian berkomunikasi dengan Bahrun Naim dan menerima perintah untuk bunuh diri di Istana Negara pada tanggal 11 Desember 2016, saat serah terima piket Paspampres," kata Boy di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/12).

Kepada awak media, mantan Kapolda Banten ini menunjukkan beberapa bahan-bahan peledak yang digunakan pelaku untuk merakit bom. Di antaranya, bahan kimia cair berupa gliserol sebagai bahan pembuat nitro gliserin.

Selain itu, dalam penangkapan kesebelas terduga teroris itu, Densus juga turut mengamankan dua buah senjata angin dan beberapa senjata tajam di antaranya pisau, mandau, dan cerulit.

Kemudian, ada juga tabung reaksi, rice cooker dan paku. Tak hanya itu, beberapa aksesoris kelompok ISIS pun ikut diamankan Densus antara lain, bendera dan baju ISIS.

Selanjutnya, Densus pun ikut menyita barang bukti berupa denah Jabodetabek dan denah kota Depok, surat dari 'pengantin' bom untuk suaminya, serta beberapa kepingan CD bertuliskan 'Deklarasi Jamaah Ansharut Tauhid'.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 mengamankan tiga orang diduga teroris jaringan Bahrun Naim yakni Muhhamad Nur Solihin (MNS), Agus Supriyadi, dan Dian Yulia Novi sebagai 'pengantin' bom.

Dalam penangkapan itu, polisi menemukan satu bom panci di rumah kos Jalan Bintara Jaya 8, Kota Bekasi. Rencananya bom itu akan diledakkan di pusat Jakarta dan sasarannya adalah Paspampres.

Tak hanya ketiga terduga teroris itu, Densus 88 kembali mengamankan empat orang yang diketahui masih satu jaringan dengan teroris di Bekasi di antaranya Abu Izzah, KF, APM dan WP.

Dari hasil pengembangan, terungkap juga tiga pelaku teror lainnya yakni Imam Syafii yang diketahui pelaku teror di Alfamart Solo pada 25 November 2016 dan Candi Resto Solo Baru pada 3 Desember 2016 lalu.

Kemudian, Sumarno asal Klaten dan Sunarto yang ditangkap di Karanganyar. Keduanya diduga ikut terlibat dalam aksi teror di Candi Resto Solo Baru. Dan terakhir terduga teroris perempuan berinisial TS alias UA di Tasikmalaya yang berperan mempertemukan 'pengantin' bom dengan MNS.

Baca juga:
Sebut polisi gegabah, PAN minta Eko Patrio tak hadiri pemanggilan
Eko Patrio diperiksa Bareskrim usai dipolisikan penyidik Dittipidum
Ini peran tujuh tersangka bom 'rice cooker' di Bekasi
Ini barang bukti kelompok teroris Nur Solikhin yang diamankan
Sebut teroris pengalihan isu Ahok, Eko Patrio diperiksa polisi
Terduga teroris di Tasikmalaya berperan rekrut Dian jadi 'pengantin'
Densus 88 tangkap terduga teroris perempuan di Tasikmalaya

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.