LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polri tak kaget militer Filipina temukan 3 paspor WNI terkait ISIS

Pihak militer Filipina menggempur kelompok teroris negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Pulau Mindanao selama tiga hari berturut-turut. Dari penyerangan itu, pihak militer Filipina menemukan paspor warga negara Indonesia (WNI), senjata dan bahan peledak.

2017-04-26 15:03:00
WNI gabung ISIS
Advertisement

Pihak militer Filipina menggempur kelompok teroris negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Pulau Mindanao selama tiga hari berturut-turut. Dari penyerangan itu, pihak militer Filipina menemukan paspor warga negara Indonesia (WNI), senjata dan bahan peledak.

Menanggapi hal itu, Kabagpenum Divisi Humas Polri Martinus Sitompul, mengatakan pihaknya tidak terkejut dengan penemuan paspor WNI tersebut. Sebab, sebagian besar teroris berhasil ditangkap Polri mengakui pernah mengikuti pelatihan kelompok radikal di Filipina.

"Kami jelaskan bahwa paspor yang ditemukan tidak mengejutkan kita ya. Karena memang dari Beberapa tersangka terorisme di Indonesia mereka pernah melakukan pelatihan di wilayah Filipina Selatan," kata Martinus di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Rabu (26/4).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menyebut bila para teroris di Indonesia berafiliasi dengan kelompok teroris pimpinan Abu Sayyaf. Bahkan, kelompok radikal di Indonesia rata-rata mendapat senjata dari Filipina.

"Mereka melintas ke wilayah Filipina ke Indonesia seperti wilayah yang tidak terjaga. Mereka masuk ke wilayah Filipina, di sana ditampung, dilatih oleh militan abu Sayyaf," ujar dia.

"Dalam sejarahnya, karena pelaku teroris yang ditahan, yang kemudian diproses pengadilan, di antaranya mengatakan bahwa di situ tempat pelatihan mereka. Dalam hal ini sebagai anggota asean pol, Kepolisian di negara-negara Asean, memiliki wadah untuk bekerjasama, bertukar informasi, capacity building," tambahnya.

Kendati begitu, Martinus menuturkan, bila penemuan paspor itu menjadi sebuah informasi penting untuk ditindaklanjuti pihak Polri. Dikatakannya, Polri masih menunggu data-data valid dari paspor yang ditemukan pihak militer Filipina tersebut.

"Ini menjadi bagian yang akan dijadikan bahan informasi. Terkait dokumen paspos yang ditemukan di sana, Kita menunggu data-data paspor tersebut dari kepolisian Filipina," pungkas dia.

Sebelumnya, pihak militer Filipina menyerang kelompok radikal ISIS di Pulau Mindanao selama tiga hari berturut-turut. Dari penyerangan itu, disebutkan 36 anggota ISIS tewas.

Tak hanya korban, pihak militer juga menemukan sejumlah paspor milik warga negara Indonesia (WNI), senjata dan bahan peledak dari lokasi. Sampai saat ini, Polri masih menunggu informasi data-data paspor WNI tersebut.

Baca juga:
Tentara serang markas ISIS di Filipina, tiga militan Indonesia tewas
Polisi Filipina tak bisa konfirmasi tewasnya 3 WNI militan Maute
Bukti kongkalikong, ISIS minta maaf serang tentara Israel
Bocah tiga tahun diculik ISIS karena namanya Lionel Messi
Perang ISIS vs tentara koalisi AS jadi permainan seru di Spanyol

Advertisement
(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.