LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polri sebut penyerangan Ahmadiyah NTB spontan dan tidak ada motif

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal melihat, kasus penyerangan tersebut tidak memiliki motif apapun. Bahkan cenderung dilakukan spontan.

2018-05-23 15:58:45
Ahmadiyah
Advertisement

Polri lebih mengedepankan upaya persuasif ketimbang penegakan hukum dalam kasus penyerangan dan pengusiran jemaat Ahmadiyah di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhir pekan lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal melihat, kasus penyerangan tersebut tidak memiliki motif apapun.

"Memang sudut pandangnya beda. Polri dalam hal ini melihat kejadian ini spontan, tidak ada motif," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/5).

Advertisement

Karena itu, Polri mengutamakan upaya persuasif dalam penyelesaian konflik. Namun Polri juga akan menindak sesuai dengan hukum jika ditemukan pelanggaran.

"Polri dalam kasus ini mengedepankan upaya pencegahan, upaya penanggulangan, sebelum melakukan upaya penegakan hukum," ucapnya

"Tidak menutup kemungkinan seperti yang saya sampaikan, keterangan-keterangan bisa berubah menjadi pemeriksaan di berkas."

Advertisement

Sejauh ini, Polri telah memintai keterangan sekitar tujuh orang terkait peristiwa tersebut. Polri juga menggandeng sejumlah stakeholder dan tokoh masyarakat untuk menangani kasus tersebut.

Polri memastikan, jemaat Ahmadiyah yang terusir telah mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Tak terkecuali anak-anak dari kelompok jemaat Ahmadiyah yang tentu mendapatkan perlindungan dan perhatian khusus.

"Beberapa kelompok yang kita identifikasi melakukan kekerasan tersebut juga sudah kita jaga agar tidak ada lagi benturan," ucap Iqbal.

Sebelumnya, sekelompok orang dikabarkan menyerang dan mengusir jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Sakra, Lombok Timur, NTB pada Sabtu dan Minggu 19-20 Mei 2018. Akibatnya, 21 wanita dan tiga pria dewasa kehilangan tempat tinggal.

Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Yendra Budiana, menyampaikan peristiwa penyerangan dalam dua hari terakhir terjadi tiga kali. Penyerangan pertama terjadi pada Sabtu pukul 11.30 Wita dan pukul 21.00 Wita. Selanjutnya terjadi pada Minggu pukul 06.30 Wita.

Yendra mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat informasi dari kepolisian terkait tindakan terhadap pelaku perusakan termasuk juga belum ada tersangkanya.

Dia menyebut, sebelum insiden perusakan terjadi, telah dilakukan dialog jemaah Ahmadiyah dengan aparat serta pihak terkait. Dalam dialog itu, warga Ahmadiyah diminta keluar dari ajaran Ahmadiyah, jika tidak maka akan dilakukan pengusiran.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Mendagri kirim tim telusuri penyerangan jemaat Ahmadiyah di Lombok
Jemaah Ahmadiyah diserang, Menag percayakan pada penegak hukum
Nestapa warga Ahmadiyah di Lombok, diusir dari rumah sendiri
Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Timur diminta tiru Wonosobo tangani kasus Ahmadiyah
Jemaat Ahmadiyah Indonesia minta pelaku penyerangan di Lombok Timur diproses hukum
Komnas Perempuan sikapi aksi penyerangan jemaah Ahmadiyah

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.