Polri perkirakan isu agama masih digunakan buat kampanye hitam di Pilkada 2018
Pilkada Serentak 2018 akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Tahapan Pilkada Serentak 2018 telah dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan yakni sejak Agustus 2017.
Tahun depan, sejumlah daerah bakal menggelar pemilihan kepala daerah dalam Pilkada 2018. Kepolisian memperkirakan isu agama menjadi dijadikan sebagai alat 'kampanye hitam' di Pilkada 2018.
"Kemungkinan isu itu masih akan digunakan," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Polisi Setyo Wasisto, di Mabes Polri Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (15/12).
Salah satu sebabnya, kata Wasisto, jumlah warga yang berpendidikan dan memiliki kematangan demokrasi di Indonesia masih sedikit.
"Masyarakat terdidik yang betul-betul memahami demokrasi hanya sekitar 30 persen," katanya.
Selain itu, keberadaan media sosial juga sangat berpengaruh dalam menggiring opini masyarakat.
Pilkada Serentak 2018 akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Tahapan Pilkada Serentak 2018 telah dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan yakni sejak Agustus 2017.
Dalam mengawal pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, jumlah anggota Polri yang dlibatkan mencapai 171.507 orang, 36.968 anggota TNI dan 756.470 personel linmas.
Baca juga:
Lucky Hakim klaim diajak gabung PDIP jadi calon wakil Wali Kota Bekasi
KPU Bekasi susun mekanisme pengumuman bagi mantan terpidana korupsi maju pilkada
Lemah di kawasan Pantura, ini saran buat Ridwan Kamil
Megawati akan umumkan lima calon kepala daerah secara serentak
Soal Pilgub Sumsel, Irwansyah diminta dekati elite politik di Jakarta
5 Plus minus ekonomi Indonesia di tahun politik 2018
Gelar sekolah calon kepala daerah, PDIP ingin menang banyak di Pilkada 2018