Polri Minta Bea Cukai Batasi Ekspor Masker
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo akan menggandeng Direktorat Bea dan Cukai seiring dengan rencana pemerintah membatasi ekspor barang berupa masker dan hand sanitizer.
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo akan menggandeng Direktorat Bea dan Cukai seiring dengan rencana pemerintah membatasi ekspor barang berupa masker dan hand sanitizer. Dia menduga ada upaya dari produsen dan distributor untuk menjual masker dan hand sanitizer ke luar negeri.
"Saya minta rekan-rekan Bea dan Cukai menahan barang-barang yang akan diekspor, sehingga prioritas yang ada di dalam negeri sampai pemantauan terhadap suspect Corona berakhir," ujar Kabareskrim saat inspeksi mendadak ke salah satu distributor masker di ruko Jalan Pancoran IV, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (5/3).
Listyo menuturkan, produsen masker harus memprioritaskan kebutuhan dalam negeri sampai situasi normal. Masker sempat mengalami kelangkaan sejak muncul dua kasus positif Virus Corona di Indonesia. Harga masker juga mengalami kenaikan drastis. Apalagi permintaan masyarakat tinggi.
Untuk diketahui, China telah memesan masker buatan Indonesia dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di negaranya. Bahkan, produksi masker sampai 3 bulan ke depan sudah dipesan untuk China.
Pemerintah Jokowi-Ma'ruf akhirnya membatasi ekspor masker ke sejumlah negara-negara tujuan. Pembatasan ekspor ini imbas dari kenaikan harga masker di Indonesia pasca presiden mengumumkan ada dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona.
"Pemerintah nanti dengan perdagangan mengurangi ekspor masker," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (2/3).
Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengatakan, situasi yang terjadi saat ini dikarenakan adanya heboh tentang WNI yang kena virus corona. Oleh karena itu, stok yang ada di pasaran langsung habis dan harga pun naik.
"Jadi memang itu kan banyak sekarang virus korona. Jadi ya situasi inilah yang membuat ini," ucapnya.
Menurut dia kejadian seperti ini hanya berlangsung sementara. Pihaknya juga akan melakukan langkah pengecekan secara berkala terhadap jumlah dan harga masker. Namun Agus meyakini jika hingga saat ini stok yang ada di pasaran masih aman.
"Iya kita kan stok dicek semuanya. Otomatis ini kan peningkatan pembelian terhadap masker-masker itu memang kita sudah antisipasi proses ini kita akan lanjutkan lah. Jadi mungkin ini hanya sementara ya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini semua. Kalau stok aman," jelasnya.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Mendag Agus Sentil Pemprov DKI Jual Masker Kelewat Mahal
Polisi Tetapkan 30 Tersangka Penimbun Masker dan Penyebar Hoaks Virus Corona
Cara Pemerintah Daerah Atasi Kelangkaan Masker Karena Virus Corona, Sampai 'Menimbun'
RNI Tunggu Bahan Baku dari Prancis untuk Produksi Satu Juta Masker
Dosen Unej Sebut Masker Biasa Bisa Turunkan Risiko Penularan Korona
Jual Masker Rp300 Ribu Per Kotak, Dirut Pasar Jaya Akui Harga Beli Sudah Tinggi
Polisi Koordinasi dengan Kejaksaan Terkait Penjualan Masker Hasil Sitaan