LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polri gandeng tokoh agama cegah kampanye hitam di Pilkada

Polri gandeng tokoh agama cegah kampanye hitam di Pilkada. Pihaknya juga akan melibatkan tokoh agama untuk membantu dalam pengamanan Pilkada serentak 2018. Karena menurutnya suasana atau situasi Pilkada nanti akan memanas dan juga untuk menghindari adanya kampanye hitam.

2018-02-15 12:10:06
Kapolri Tito Karnavian
Advertisement

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah memerintahkan anak buahnya untuk meningkatkan pengamanan di beberapa daerah. Hal itu dilakukan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

"Pengaman kampanye pilkada semua sudah ter-setting, semua Polda, Polres masing-masing sudah membuat prioritas kerawanan," kata Tito di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/2).

Tito menambahkan, dalam melakukan pengamanan, nantinya Korps Bhayangkara akan melakukan rencana operasi di setiap daerah yang mengikuti Pilkada serentak 2018.

Advertisement

"Melakukan rencana operasi untuk pengamanan tetapi konsep utamanya adalah preventif (pencegahan). Dan menciptakan situasi agar tidak ada black champaign, membangun situasi yang mendinginkan," ujarnya.

Selain itu, Polri juga akan melibatkan tokoh agama untuk membantu dalam pengamanan Pilkada serentak 2018. Karena menurutnya suasana atau situasi Pilkada nanti akan memanas dan juga untuk menghindari adanya kampanye hitam.

"Mengajak tokoh agama masyarakat untuk mendinginkan situasi politik yang sudah memanas saat ini. Kampanye ini juga akan memanas, tetapi karena kampanyenya panjang dari bulan Februari kalau enggak salah sampai bulan Juni, beda sama kampanye yang cuma dua-tiga minggu mobilisasinya besar," ucapnya.

Advertisement

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya ini, kampanye nanti akan ada mobilisasi massa, tetapi tak akan terjadi yang cukup besar. Karena yang lebih efektif untuk melakukan kampanye, lanjut Tito, justru melalui media sosial.

"Kita juga memperkuat patroli di siber, media sosial. Jadi upaya pencegahan jauh lebih penting, di samping polri menyiapkan rencana juga yang bersifat pengamanan terbuka maupun upaya represif dan kontijensi kalau seandainya terjadi peristiwa-peristiwa yang mungkin di luar dugaan kita," tandasnya.

Baca juga:
Pimpinan DPR tak ingin Bawaslu terlalu teknis atur materi Khutbah
Sandiaga jadi juru kampanye Pilgub hanya di akhir pekan
Aliansi Aktivis Demokrasi serukan Pilgub Jatim damai
DMI: Jangan gunakan masjid untuk kampanye politik
Janji duit triliunan calon kepala daerah di Pilgub Jabar dan Jatim

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.