LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polri diminta beberkan penyebab kematian terduga teroris di Indramayu

Polri diminta beberkan penyebab kematian terduga teroris di Indramayu. Terduga teroris itu dikabarkan tewas beberapa hari usai dibekuk Densus 88 Antiteror di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (7/2).

2018-02-14 08:31:00
densus 88
Advertisement

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta Polri membeberkan penyebab kematian Muhammad Jefri (32). Terduga teroris itu dikabarkan tewas beberapa hari usai dibekuk Densus 88 Antiteror di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (7/2).

"Terlepas dari apakah Muhammad Jeffri terlibat dalam jaringan terorisme atau tidak, saya menganggap Densus 88 atau polisi harus terbuka terkait dengan kematian Muhammad Jefri. Jangan sampai mengabaikan penegakan hukum yang beradab dan terus mengulangi preseden buruk kematian Siyono di Klaten," kata Dahnil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/2).

Menurut Dahnil, kematian Muhammad Jefri jangan sampai seperti dialami Siyono pada 1,5 tahun lalu. Siyono sebelumnya tewas setelah tiga hari ditangkap Densus 88 Antiteror di Klaten, Jawa Tengah, 8 Maret 2016.

Advertisement

Dahnil melihat sinyal banyak kejanggalan terkait dengan kematian Muhammad Jeffri. Kejanggalan itu salah satunya terkait pernyataan kepolisian tewasnya Muhammad Jeffri akibat komplikasi penyakit.

Oleh sebab itu, ujar Dahnil, agar tidak menjadi preseden buruk terhadap polisi dan Densus 88 maka penyebab kematian Muhammad Jeffri harus dibeberkan.

"Penting dilakukan autopsi yang lebih independen terkait sebab kematian MJ, apakah benar yang bersangkutan meninggal karena komplikasi penyakit seperti keterangan polisi, atau karena faktor yang lain, dan Densus 88 juga harus bisa menjawab, kenapa keluarga dilarang membuka kafan jenazah MJ pada saat diserahkan kepada keluarga," kata Dahnil.

Advertisement

Dia pun menyarankan pihak keluarga menelusuri kematian Muhammad Jeffri dengan meminta bantuan Komnas HAM. Menurutnya, hal ini penting supaya kepolisian tidak menutup terkait kasus tersebut.

"Saya berharap Densus 88 dan Kepolisian terbuka, dan bila memang ada kesalahan dan maka harus ada hukuman pidana yang jelas, tidak seperti kasus Siyono yang sampai detik ini tidak jelas penuntasan hukumnya, meskipun autopsi terang sudah membuktikan Siyono meninggal karena penganiyayaan bukan karena yang lain," tandasnya.

Sebelumnya, Polri melalui Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto membenarkan tewasnya Jefri beberapa hari usai ditangkap Densus 88 Antiteror. Padahal yang bersangkutan masih dalam proses menjalani pemeriksaan selama 7 X 24 jam.

"Benar, saya dapat info itu (Jefri meninggal)," ujar Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/2).

Menurut Setyo, Jefri pun langsung dimakamkan di Lampung. Namun, Setyo tak tahu persis kapan Jefri dibawa ke Lampung untuk dimakamkan.

"Saya mendengar bahwa ada yang kasus tersebut, penangkapan kemudian meninggal dan dimakamkan di Lampung. Tapi lebih lanjut nanti saya akan cek lagi ke Densus," ujarnya.

Selain itu, dirinya pun juga tak tahu apakah Ardila istri dari pada terduga teroris itu masih menjalani proses pemeriksaan atau tidak setelah Jefri suaminya tewas.

"Nanti saya akan konfirmasi lagi ke Densus," ucapnya.

Baca juga:
Dewan Syariah Solo minta penyebab kematian Muhammad Jefri diusut tuntas
Densus tangkap sepasang suami istri terduga teroris di Indramayu
Densus 88 tangkap 1 warga Solo dan 2 warga Karanganyar
Densus tangkap satu orang terduga teroris di Sulawesi Utara
Kapolda Jateng sebut 3 warga Solo & Karanganyer ditangkap Densus terkait bom Gladag
Anggota keluarga terduga teroris akan dapat perlindungan dari Kemensos
Terduga teroris ditangkap saat jenguk istri yang sedang hamil di Bogor

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.