LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polri akan undang seluruh ormas Islam, jelaskan soal video pidato Kapolri

Pidato sambutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi viral di media sosial saat memberikan sambutan saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan NU di Kantor PBNU, pada 2016 lalu. Isi pidato Tito dinilai telah menyinggung ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah.

2018-01-30 20:54:18
Kapolri Tito Karnavian
Advertisement

Pidato sambutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi viral di media sosial saat memberikan sambutan saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan NU di Kantor PBNU, pada 2016 lalu. Isi pidato Tito dinilai telah menyinggung ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah.

Mengenai hal tersebut, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan bahwa pihaknya akan mengumpulkan perwakilan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam seluruh Indonesia.

"Nanti (rencananya) akan ada pertemuan dengan organisasi-organisasi Islam. Kita silaturahmi," kata Setyo di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/1).

Advertisement

Lebih lanjut, Setyo pun menerangkan bahwa viralnya vidio Tito tersebut merupakan penggalan video sambutan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan NU di Kantor PBNU, pada 2016 lalu.

"(Tujuan mengumpulkan perwakilan ormas Islam) Ya mau memberikan penjelasan," terangnya.

Tanggapan Setyo di atas juga karena Wakil Sekjen (Majelis Ulama Indonesia) MUI KH Tengku Zulkarnain membuat surat terbuka untuk Kapolri melalui akun Facebooknya terkait pidato tersebut. Zulkarnain menulis surat terbuka tersebut atas nama warga negara Indonesia tertanggal 29 Januari 2018.

Advertisement

Dalam surat terbuka yang dia tulis di Facebook untuk Kapolri bahwa dirinya kecewa terhadap pernyataan Tito yang tidak menganggap perjuangan umat Islam di luar ormas NU dan Muhammadiyah. Apalagi ada ucapan miring dari Tito terhadap ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah.

"Benar itu saya yang menuliskan. Langsung dengan tangan saya. Saya sangat kecewa dan keberatan atas pidato Kapolri yang saya nilai provokatif, tidak mendidik, buta sejarah, tidak berkeadilan, dan rawan memicu konflik," ujar Zulkarnain saat dikonfirmasi, Selasa (30/1).

Dirinya juga menolak soal rencana Polri yang akan mengumpulkan perwakilan ormas Islam di Indonesia terkait pidato Tito. Menurutnya, pertemuan tersebut juga tidak akan menyelesaikan masalah.

Pertemuan itu juga menurutnya justru akan menimbulkan permasalahan atau persoalan yang baru. Saat ini yang dibutuhkan olehnya adalah sikap keberanian mantan Kepala BNPT untuk meminta maaf kepada umat secara terbuka.

"Saya dan umat sekarang menunggu pernyataan maaf dari Kapolri," tandasnya.

Baca juga:
Soal pidato Kapolri, MUI tunggu klarifikasi Jenderal Tito
Polri sebut pesan Kapolri ke Anton Charliyan bukan dukungan di Pilgub Jabar
Kapolri didesak tolak usulan jenderal jadi penjabat gubernur
Suapi orangtua yang kelaparan, Bripka Yumanto diundang makan Kapolri
Kapolri bakal copot Kapolda jika gagal cegah konflik sosial

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.