LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polri: 11 Terduga teroris sel-sel terorisme Bahrun Naim di Indonesia

Polri: 11 Terduga teroris sel-sel terorisme Bahrun Naim di Indonesia. Dari hasil pengembangan, terungkap juga tiga pelaku teror lainnya yakni Imam Syafii yang diketahui pelaku teror di Alfamart Solo pada 25 November 2016 dan Candi Resto Solo Baru pada 3 Desember 2016 lalu.

2016-12-15 14:51:24
Terorisme
Advertisement

Setelah menangkap 10 terduga teroris di Bekasi, Sabtu (10/12) lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 kembali menangkap satu terduga teroris perempuan berinisial TS alias UA di Tasikmalaya dini hari tadi. Kesebelas terduga teroris itu di bawah kendali pentolan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bahrun Naim di Suriah yang berafiliasi kepada ISIS.

"Ini sel-sel terorisme Bahrun Naim Jamaah Ansharut Daulah yang ada di berbagai wilayah di Indonesia ini," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/12).

Bahkan, mereka pernah melakukan pertemuan di Malang pada November tahun lalu. "Kita tahu bahwa mereka melakukan pertemuan di Malang tahun lalu bulan November," ujar dia.

Tak hanya itu, menurut dia Bahrun Naim pun memiliki kaitan dengan narapidana terorisme Aman Andurrahman yang mendejam di Lapas Nusakambangan. Pada bulan November tersebut, para pelaku teror salah satunya jaringan Muhammad Nur Solihin (MNS) terduga teroris yang ditangkap di Bekasi diketahui melakukan video conference dengan Aman Abdurrahman yang merupakan pimpinan JAD di Indonesia.

"Ada intruksi melalui video conference dengan Aman Abdrurrahman sebelum dia diisolasi di Lapas Nusakambangan," ucapnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 mengamankan tiga orang diduga teroris jaringan Bahrun Naim yakni Muhhamad Nur Solihin (MNS), Agus Supriyadi, dan Dian Yulia Novi sebagai 'pengantin' bom.

Dalam penangkapan itu, polisi menemukan satu bom panci di rumah kos Jalan Bintara Jaya 8, Kota Bekasi. Rencananya bom itu akan diledakkan dipusat Jakarta dan sasarannya adalah Paspampres.

Tak hanya ketiga terduga teroris itu, Densus 88 kembali mengamankan empat orang yang diketahui masih satu jaringan dengan teroris di Bekasi di antaranya Abu Izzah, KF, APM dan WP.

Dari hasil pengembangan, terungkap juga tiga pelaku teror lainnya yakni Imam Syafii yang diketahui pelaku teror di Alfamart Solo pada 25 November 2016 dan Candi Resto Solo Baru pada 3 Desember 2016 lalu.

Kemudian, Sumarno asal Klaten dan Sunarto yang ditangkap di Karanganyar. Keduanya diduga ikut terlibat dalam aksi teror do Cabdi Resto Solo Baru. Dan terakhir terduga teroris perempuan berinisial TS alias UA di Tasikmalaya yang berperan mempertemukan 'pengantin' bom dengan MNS.

Baca juga:
Densus 88 tangkap terduga teroris perempuan di Tasikmalaya
Ini barang bukti kelompok teroris Nur Solikhin yang diamankan
Ini peran tujuh tersangka bom 'rice cooker' di Bekasi
Sebut teroris pengalihan isu Ahok, Eko Patrio diperiksa polisi
Densus buru terduga teroris lain jaringan Bahrun Naim

Advertisement
(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.