Polrestabes Surabaya antisipasi kenaikan harga pangan jelang Lebaran
Polrestabes Surabaya membentuk tim Satgas Pangan untuk mengantisipasi kenaikan harga sembako jelang Ramadan dan Lebaran.
Polrestabes Surabaya, Jawa Timur bentuk tim Satgas Pangan untuk memantau alur perdagangan di Kota Pahlawan. Dengan adanya tim ini, diharapkan harga pangan tetap stabil saat bulan Ramadan dan Idul Fitri 2017.
Dikatakan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Moh Iqbal, pembentukan tim ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang pada Rabu kemarin (3/5) menggelar video conference bersama Pemprov dan Polda Jawa Timur.
"Meski tim ini baru dalam proses pemilihan komposisi, kami dipastikan, personel kami sudah bergerak ke lapangan, melakukan pemantauan alur perdagangan pangan di wilayah hukum Polrestabes Surabaya," kata Iqbal di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (4/5).
Pemilihan komposisi tim, lanjut dia, berasal dari Polrestabes dan Pemkot Surabaya. "Untuk Polrestabes Surabaya, kami menerjunkan beberapa satuan fungsi, seperti Sat Reskrim, Sat Intel, Sat Binmas dan Sabhara," jelasnya.
Selain dari Kepolisian, Satgas Pangan juga terdiri sejumlah dinas dari Pemkot Surabaya. "Ada Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pertanian dan Balai BPOM. Dalam tim ini, kami tunjuk Kasat Reskrim sebagai koordinator," paparnya.
Mantan Kapolres Sidoarjo ini juga menjelaskan, tim Satgas Pangan akan bekerja, tidak hanya memantau, tapi juga menindak tegas setiap pelanggar arua distribusi maupun harga pangan. "Ini agar harga pangan tetap stabil menjelang dan saat bulan puasa maupun Hari Raya Idul Fitri."
Satgas Pangan ini, masih kata Iqbal, juga bertugas mencegah kelangkaan pangan di pasar-pasar tradisional. "Jangan coba-coba menaikkan harga pangan seenaknya. Apalagi menjadikan barang pangan langka dengan cara menimbun. Jika kami temukan itu, pasti akan kami tindak sesuai aturan hukum," tegasnya.
"Hingga saat ini, selain melakukan warming up (pemanasan) terhadap komposisi tim, kami juga telah mapping wilayah untuk mengetahui kantong-kantong pedagang yang selama ini ditengarai kerap menaikkan harga seenaknya serta melakukan penimbunan," tandasnya.(mdk/cob)