LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polresta Palembang mediasi sopir taksi online dan konvensional

Mediasi dilakukan setelah penyerangan yang dialami sopir GO-CAR yang dilakukan sejumlah orang saat korban mengambil penumpang di Bandara Palembang.

2017-03-24 04:31:00
Taksi online
Advertisement

Penyerangan terhadap sopir GO-CAR oleh sejumlah orang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang kemarin menjadi perhatian polisi. Agar tak terulang lagi, seluruh manajemen, pengemudi taksi online dan konvensional dipanggil.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengungkapkan, pertemuan digelar di kantornya, Kamis (23/3). Kesimpulan didapat kedua belah pihak sepakat berdamai dan berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa.

"Tadi sudah saya kumpulkan semua. Intinya bersepakat untuk tidak ribut lagi, karena kejadian ini sudah beberapa kali terulang," ungkap Wahyu.

Meski demikian, kata dia, kasus pengeroyokan yang dialami sopir GO-CAR, Bahaudin (29) tetap berlanjut karena telah masuk ke ranah pidana. Korban mengalami luka-luka karena dipukuli dan mobilnya dirusak oleh para pelaku.

"Kasusnya tetap lanjut, masih diselidiki," ujarnya.

Namun, pihaknya belum mengambil kesimpulan para pelaku adalah pengemudi taksi resmi di dalam bandara. Begitu juga dengan dugaan modus pelaku yang menjebak korban dengan berpura-pura minta dijemput di kawasan bandara.

"Belum tahu, apakah begitu atau hanya oknum yang memprovokasi dan merusak Kamtibmas," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, pengemudi GO-CAR, Bahaudin (29) dikeroyok belasan orang di Bandara SMB II Palembang, Rabu (22/3) sore. Kejadiannya, berawal saat korban mengambil penumpang bandara usai mengantar pelanggan.

Lantaran masih berada di kawasan bandara, korban memutar dan menjemput pemesan yang mengaku bernama Hartono. Belum lama naik, penumpang itu meminta izin untuk membeli rokok yang masih berada di areal bandara.

Begitu penumpang masuk ke dalam minimarket, ada orang meneriaki korban dengan kata-kata 'GO-CAR, taksi online' secara berulang. Massa pun langsung datang dan menyerang korban.

Korban digebuki massa sekitar 20 orang hingga banyak mengalami luka. Mobilnya jenis Avanza warna hitam nomor polisi BG 1074 DH juga tak luput dari amukan massa. Kaca depan pecah, spion, dan empat pintu penyok.

Tak itu saja, massa juga mengeroyok warga yang ingin menjemput keluarga. Adalah Dedi Rustandi (25), turut digebuki massa karena tepergok mengambil gambar pengeroyokan terhadap korban Bahaudin. Dedi awalnya disangka seorang wartawan oleh para pelaku.

Baca juga:
Tolak angkutan online, sopir angkot di Depok mogok narik 29 Maret
Ini yang akan dilakukan Sumarsono soal konflik angkot & ojek online
Kapolri minta warga tak terprovokasi bentrok angkot dan ojek online
Konflik angkutan online vs konvensional momen perbaikan transportasi
Ratusan sopir angkot turun ke jalan tolak angkutan online di Manado
Sopir angkot di Depok demo pekan depan, ojek online pilih libur

Advertisement
(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.