Politisi PKS minta selebaran ancaman bendera mirip ISIS diusut cepat
Politisi Partai PKS itu yakin polisi bisa dengan cepat mengungkap dalang di balik penempelan bendera diduga ISIS yang disertai ancaman itu. "Saya percaya polisi bisa dengan cepat mengungkapnya," pungkasnya.
Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS, Sukamta meminta aparat Kepolisian bertindak cepat untuk menyelidiki kasus penempelan bendera yang identik dengan kelompok ISIS di pagar Mapolsek Kebayoran Lama, pagi tadi.
Penempelan bendera diduga berlambang ISIS itu dipasang oleh orang tak dikenal yang menggunakan sepeda motor. Selain bendera, polisi juga mengamankan sebuah botol berisi secarik kertas bertuliskan ancaman kepada pihak-pihak yang dianggap thoghut.
"Yang seperti itu memang perlu diselidiki secepatnya, siapa pelaku dan otaknya, apa motifnya," kata Sukamta di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/7).
Politisi Partai PKS itu yakin polisi bisa dengan cepat mengungkap dalang di balik penempelan bendera diduga ISIS yang disertai ancaman itu. "Saya percaya polisi bisa dengan cepat mengungkapnya," pungkasnya.
Seperti diketahui, petugas Polsek Kebayoran Lama menemukan atribut berupa bendera bertuliskan "Lailahailallaah" yang terpasang di pagar depan markas polsek tersebut.
Petugas kepolisian sempat mendengar sepeda motor berhenti di depan Polsek Kebayoran Lama namun pengemudi motor itu meninggalkan lokasi saat didekati petugas.
Selain bendera, polisi juga menyita barang bukti sehelai kertas yang berisi teror terhadap Polri, TNI dan instansi lainnya. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan menganalisa kamera tersembunyi yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.
Baca juga:
Polisi selidiki kaitan bendera mirip ISIS dengan penusukan Brimob
Bendera ISIS dan selebaran teror, PBNU sebut mereka kelompok kecil
Selebaran ancaman & bendera mirip ISIS di Polsek Kebayoran Lama
Langkah BNPT cegah alumnus Suriah tebar teror di Indonesia
Pelaku penikam dua Brimob di Masjid Falatehan simpatisan ISIS
Polisi temukan 155 buku ISIS di kediaman penyerang Polda Sumut
Kasus penyerangan Mapolda Sumut, Polisi sita ratusan buku tulis ISIS