Politisi PDIP sebut ICMI banyak berkontribusi positif bagi bangsa
Maruarar Sirait mengapresiasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) telah berkontribusi positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia menilai banyak, dampak positif itu telah dirasakan orang banyak dari ICMI.
Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengapresiasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) telah berkontribusi positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia menilai banyak, dampak positif itu telah dirasakan orang banyak dari ICMI.
Maruarar juga mengaku salut kepada Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie dan mantan Ketua Umum ICMI pertama, BJ Habibie. Kedua sosok itu dianggap telah menjadi teladan bagi elit politik dan juga rakyat Indonesia.
"Pak Jimly ini merupakan sosok negarawan, independen, yang berintegritas dan selalu berdiri di tengah," kata Maruarar di Jakarta, Sabtu (10/12).
"Semoga kedua tokoh ini (Jimly dan BJ Habibie) terus memberikan konstribusi lebih besar lagi bagi Republik tercinta ini," tambahnya.
Maruarar mengungkapkan bahwa jalan menjadi politisi memperjuangkan kebenaran sejati bukanlah hal mudah. Seorang calon politisi harus benar-benar siap dan tak mudah mengeluh ketika menghadapi banyak hambatan di jalan politik hendak ditempuh.
"Jalan menjadi pemimpin yang menginspirasi itu tak mudah. Tak ada pemimpin yang lahir dari sebuah kemanjaan. Seorang pemimpin harus punya landasan ideologi, punya prinsip yang dipegang teguh, serta harus berkarakter dan konsisten," ucap dia.
Dia juga menceritakan kisahnya sebagai anggota DPR selama tiga periode, dari daerah pemilihan Subang, Majalengka dan Sumedang. Menjadi istimewa karena dia adalah seorang bersuku Batak, nonmuslim, namun diterima di dapil mayoritas muslim. Bahkan dirinya berhasil memperoleh suara terbanyak.
"Saya pernah ditanya oleh Gus Dur, kenapa saya bisa mendapat suara terbesar. Saya jawab, 'Gus, saya temukan Islam yang bersahabat, terbuka, dan cinta perdamaian. Dan akhirnya saya terpilih'. Saya sampaikan apa adanya. Saya 12 tahun di sana. Ratusan kali saya masuk musala, masjid, islamic center, di mana saya rasa aman dan nyaman. Ultah saya saja dirayakan di Islamic Center," pungkas Maruarar.
Menurut Maruarar seorang politikus harus bisa melakukan pendekatan secara kultural terhadap masyarakat, apapun latar belakangnya. Untuk menarik perhatian anak muda yang menjadi pendukungnya, Ara mengaku banyak membuat kegiatan yang menarik bagi anak muda. Yakni kegiatan seperti olahraga, budaya, dan pemberdayaan ekonomi.(mdk/ang)