Politisi PDIP cecar Kapolri minta kasus Novel Baswedan segera diungkap
Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan mencecar Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Tito dicecar karena tak kunjung menyelesaikan kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.
Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan mencecar Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Tito dicecar karena tak kunjung menyelesaikan kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.
"Pak Kapolri Alhamdulilah kita mau merayakan hari ulang tahun satu tahun Pak Novel Baswedan itu tidak terselesaikan kasusnya. Ini kasus yang menyita perhatian Pak," kata Arteria, Rabu (14/3).
Menurutnya proses penegakan hukum harus pasti. Dia pun meminta Polri segera mengungkap kasus ini.
"Kita mohon kasus ini harus terungkap. Jangan sampai ada ruang bagi segenap pihak ini untuk mengatakan ternyata memang benar harus ada tim gabungan pencari fakta. Itu yang selama ini Komisi III katakan tidak," ungkapnya.
Arteria mengungkapkan, meski Komisi III DPR kerap mencecar dan mengkritik KPK, penegakan hukum harus tetap berkepastian. Dia menegaskan, penegakan hukum tidak boleh ada intervensi.
"Juga tidak boleh ada sedikit pun serangan terhadap penegak hukum. Kami polisi diserang marah betul kita. Polisi melawan polisi, kita marah. Ini juga kejadiannya begitu. Kita mohon kasus ini harus terungkap," tandasnya.
Diketahui, orang tak dikenal menyiram wajah Novel dengan air keras. Selasa pagi 11 April 2017. Hingga kini pelakunya belum juga terungkap.
Baca juga:
Karena Jokowi tak juga bentuk TGPF kasus Novel
Kubu Novel sebut ada dua mobil penyidik KPK disiram air keras
Novel Baswedan ungkap kejanggalan kasusnya ke tim pemantau Komnas HAM
Novel Baswedan penuhi panggilan tim pemantau Komnas HAM
Komnas HAM bentuk tim pemantau setelah terima aduan istri Novel Baswedan