Politikus PKS: JK layak jadi mediator konflik Rohingya
Pengalaman JK mendamaikan konflik Aceh dan Poso dapat diterapkan di Myanmar.
Anggota Komisi I DPR Al Muzzammil Yusuf menilai sosok Muhammad Jusuf Kalla dinilai layak untuk menjadi sosok penengah dalam persoalan muslim Rohingya di Myanmar.
"Pak JK sukses menangani Aceh dan Poso dan juga cukup dikenal di ASEAN. Lebih bagus jika pemerintah menunjuk beliau sebagai utusan resmi pemerintah," ujar Muzzammil di Jakarta, Selasa.
Ada usul dari berbagai lapisan masyarakat yang menginginkan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai penengah konflik Myanmar. Pada 3 Agustus, JK diminta menjadi pembicara dalam pertemuan yang digagas oleh Organisasi Kerjasama Islam.
Pada pertemuan itu, JK menyampaikan gagasan dan ide seputar penyelesaian konflik yang diwarnai pembantaian etnis muslim Rohingya di Myanmar. Jusuf Kalla menyatakan penyelesaian kasus Rohingya hendaknya menekankan sisi kemanusiaan.
"Pemerintah juga harus mencari dukungan dari ASEAN dan Myanmar. Namun usul tersebut hendaknya jangan menutup peran parlemen dan masyarakat atau ormas untuk turut berpartisipasi memberi solusi masalah Rohingya," tambah dia.
Hal itu karena masalah Rohingya adalah masalah kemanusiaan. Dalam Piagam Asean juga diakui peran antarpemerintah, antarparlemen dan antarmasyarakat.
Pemerintah Myanmar tidak mengakui Muslim Rohingya dan menyebut mereka sebagai imigran ilegal meski mereka telah tinggal di negara itu selama beberapa generasi.
Badan Hak Asasi Manusia PBB (UNHCR) melaporkan pasukan keamanan Myanmar berada di balik upaya penghapusan etnis Rohingya sehingga konflik yang terjadi di Myanmar telah memakan korban dalam jumlah besar dari etnis Rohingya dan sekitar 80.000 orang mengungsi.(mdk/bal)