LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Politikus PDIP laporkan Waketum Gerindra Arief Poyuono ke Polda Bali

I Wayan Sudirta bersama Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) Provinsi Bali melaporkan Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Arief Poyuono ke Polda Bali. Arief dianggap melakukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

2017-08-06 15:25:29
Gerindra
Advertisement

I Wayan Sudirta bersama Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) Provinsi Bali melaporkan Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Arief Poyuono ke Polda Bali. Arief dianggap melakukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

"Ada pernyataan Waketum Gerindra yang mengatakan PDIP sama dengan PKI. Kami laporkan itu karena ada pencemaran nama baik, sementara semua sudah tahu bahwa PDIP merupakan partai nasionalis dan berasaskan Pancasila, kemudian PKI juga sudah tidak ada di Indonesia. Kenapa PDIP dituduh seperti itu," ujar Ketua Repdem A.A. Ayu Triyana Tira, Minggu (8/6).

Dia bersikukuh menyelesaikan kasus ini secara hukum kendati terlapor dikabarkan telah membuat surat pernyataan maaf bermaterai yang ditujukan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Sudah diviralkan di mana-mana. Walaupun sudah minta maaf dengan bermaterai namun itu tidak cukup. Proses hukum tetap kami proses laporkan," tegas politikus PDIP yang akrab disapa Gung Tira ini.

Menurutnya, dalam keseharian setiap kader PDIP menerima dan mempelajari serta mengilhami Pancasila dalam setiap gerak langkah. Dia menambahkan PDI Perjuangan adalah partai berideologi Pancasila, bukan ideologi marxisme atau komunisme.

Seperti diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono berkirim surat kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Surat tertanggal 1 Agustus 2017 itu berisi permintaan maaf sekaligus mengklarifikasi pernyataannya.

Dia mengaku tidak bermaksud menyamakan PDIP dengan PKI. Dalam suratnya Arief menyebut PDIP sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai Pancasila serta memperjuangkan rakyat Indonesia.

"Karena itu, untuk meluruskan kesalahpahaman, saya Arief Poyuono meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran kader PDIP," tulis Arief dalam surat tersebut.

Surat itu ditandatanganinya dan diberi materai 6.000. Arief membenarkan surat tersebut. Dia mengaku surat itu ditulis sendiri olehnya, bukan karena adanya teguran dari petinggi Gerindra. "Iya saya buat saja sendiri," ujar Arief kepada merdeka.com, Selasa (1/8).(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.