Politikus NasDem anggap kasus peluru nyasar di DPR bentuk teror ke rakyat
Anggota Komisi III DPR Tengku Taufiqulhadi meminta aparat Kepolisian mengusut tuntas kasus peluru nyasar di gedung dewan. Politikus NasDem itu menilai, insiden tersebut lebih menyerupai teror kepada anggota dewan.
Anggota Komisi III DPR Tengku Taufiqulhadi meminta aparat Kepolisian mengusut tuntas kasus peluru nyasar di gedung dewan. Politikus NasDem itu menilai, insiden tersebut lebih menyerupai teror kepada anggota dewan.
"Jadi (penembakan) nyaris seperti teror ya kepada anggota DPR. Saya tidak terlalu yakin inilah (peluru) nyasar kalau sampai terjadi dua hari berturut-turut," kata Tengku usai menjadi narasumber Seminar Alsa 2018 bertema: Pasal Tipikor dalam RUU KUHP, Kewenangan KPK Terkebiri? yang digelar Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (18/10).
Karena terlalu yakin bahwa insiden penembakan di gedung DPR adalah bentuk teror, Taufiq meminta aparat keamanan, dalam hal ini polisi, untuk segera mengungkap pelakunya.
"Tidak boleh mereka (pelaku) melakukan hal-hal tersebut di gedung DPR. Itulah gedung Dewan Perwakilan Rakyat, gedung milik rakyat Indonesia. Itu sama melakukan teror terhadap rakyat Indonesia," tegasnya.
Seperti diketahui, saat ini, tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat, Inafis dan Polda Metro Jaya telah melakukan penyisiran peluru di gedung DPR.
Hasilnya, polisi menemukan kembali bekas peluru yang ditembakkan pelaku di ruangan Effendi Simbolon dari Fraksi PDIP, di lantai 6, Gedung Nusantara I. Sehingga, total ada enam lubang bekas peluru di gedung DPR.
Baca juga:
Jarak lapangan tembak ke DPR 300 meter, Kabareskrim sebut masuk akal peluru nyasar
Mengungkap fakta tembakan yang menghantui anggota DPR
Imbas peluru nyasar ke DPR, Pemprov DKI pastikan lapangan tembak direlokasi
Awal mula lubang bekas tembakan ditemukan di ruangan Effendi Simbolon
Disebut tak profesional usut peluru nyasar di DPR, ini pembelaan Polda Metro