LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi temukan kartu keluarga milik pelaku bom Mapolrestabes Surabaya

Kartu keluarga milik bomber Mapolrestabes Surabaya itu sudah dalam kondisi robek di beberapa bagian

2018-05-15 06:21:52
Bom Surabaya
Advertisement

Polisi menemukan Kartu Keluarga (KK) pelaku bom bunuh diri di gerbang Mapolrestabes Surabaya. Pengeboman ini diketahui dilakukan oleh satu keluarga yang terdiri dari kepala keluarga TM (50) yang mengajak istri dan tiga orang anaknya.

Kartu keluarga milik bomber Mapolrestabes Surabaya itu sudah dalam kondisi robek di beberapa bagian. Namun, keterangan yang menuliskan identitas masih terlihat jelas. Dalam kartu keluarga tertulis nama Tri Murtiono (50). Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut inisial pelaku merupakan TM. Tri Murtiono tertulis memiliki pekerjaan wiraswasta.

Dalam kartu keluarga juga tertulis nama istri dari Tri Murtiono, yaitu Tri Ernawati (43). Kartu keluarga menulis Tri merupakan seorang ibu rumah tangga. Kartu keluarga juga tercantum ada tiga nama lainnya yaitu ketiga anak dari pasangan suami istri tersebut. Namun, bagian dari ketiga nama itu tak terlihat karena kondisi kartu keluarga yang telah banyak mengalami kerusakan.

Advertisement

Seperti diketahui, seorang bocah perempuan selamat dalam serangan bom bunuh diri di gerbang Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5) pukul 08.50 WIB. Bocah itu diketahui berinisial AIS dan berusia 8 tahun.

"Dia sempat jatuh dan terlempar sejauh 3 meter setelah akhirnya diselamatkan oleh AKBP Ronny Faisal Faton, Kasat Narkoba Polrestabes," kata Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera, Senin (14/5).

Anak perempuan itu terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai orangtuanya, yang hendak memasuki Mapolrestabes Surabaya. Selang beberapa detik setelah terjatuh dan terlempar sejauh 3 meter, terjadi bom bunuh diri di pintu masuk Mapolrestabes.

Advertisement

Frans Barung Mangera mengatakan, bocah perempuan korban bom bunuh diri itu, saat ini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara, orangtua dan dua saudara bocah itu tewas dalam aksi bunuh diri tersebut.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Fakta-fakta Dita Oeprianto otak pengeboman tiga gereja di Surabaya
Solidaritas korban bom Surabaya, ribuan warga nyalakan lilin
Keluarga tak ingin jenazah bomber Gereja dimakamkan di kampung halaman
Paroki Gereja Katolik Tak Bercela minta jemaah tetap jaga kerukunan
Belajar dari pengalaman Pakistan hadapi bocah pengebom bunuh diri Taliban
Perangi teror, Indonesian Digital Association serukan kampanye #BersatuIndonesiaku

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.