LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi Tangkap Dokter Lecehkan Perempuan saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Alexander menambahkan, EF ditangkap bukan di Jakarta. Melainkan di tempat asalnya, Sumatera Utara. Penangkapan ini terjadi usai polisi melakukan pengejaran, dalam sepekan terakhir.

2020-09-25 13:55:13
Pelecehan seksual
Advertisement

Polisi tangkap EF, pelaku pelecehan terhadap perempuan saat Rapid Test di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Peristiwa itu viral setelah diungkap korban.

"Ya betul, alhamdulillah berkat bantuan dan doa masyarakat sudah ditangkap," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho melalui pesan singkat kepada Liputan6.com, Jumat (25/9).

Alexander menambahkan, EF ditangkap bukan di Jakarta. Melainkan di tempat asalnya, Sumatera Utara. Penangkapan ini terjadi usai polisi melakukan pengejaran, dalam sepekan terakhir.

Advertisement

"EF kami tangkap di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara," jelas Alexander.

Alex menjelaskan, tersangka selanjutnya dibawa ke Mako Polresta Bandara Soetta, untuk menjalani sejumlah pemeriksaan lengkap, guna mengetahui detail peristiwa tersebut.

"Tersangka sudah dibawa ke Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, untuk penyidik ambil keterangan, semoga setelah diambilnya keterangan, tersangka dugaan tindak pidana bagaimana rangkaian tindak pidananya bisa terjadi dan banyak pertanyaan lain bisa terjawab untuk dapat kami sampaikan lagi ke masyarakat," tegas Alex.

Advertisement

Sebelumnya, Alexander mengatakan telah memeriksa 15 orang saksi terkait dugaan pelecehan seksual dan pemerasan dilakukan Diketahui, hal itu terungkap usai seorang mengaku korban menceritakan kejadian tersebut di akun sosial media pribadinya

"15 saksi telah kami periksa," tutur dia.

Alexander menambahkan, penyidik juga telah mengambil keterangan Pihak PT Kimia Farma. Kemudian diketahui, bahwa oknum dokter tersebut memang memiliki Gelar Akademis berupa Sarjana Kedokteran (S.Ked)

"Tersangka memang punya gelar dokter," jelas Alexander.

Selanjutnya, Alexander menyatakan, penyidik akan memastikan status akademik tersangka dengan mengonfirmasi kampus yang meluluskannya di Sumatera Utara.

"Kami akan konfirmasi tempat tersangka menempuh pendidikan, dan IDI juga akan segera memberikan keterangan untuk lebih memastikan Profesi dan Status dari Tersangka," kata Alexander.

Reporter: Muhammad Radityo

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.