Polisi tak ingin gegabah tangkap Ratna Sarumpaet
Lebih lanjut Argo meminta masyarakat bersabar dalam kasus ini. Di mana seperti diketahui Polda Metro mengaku menerima dua laporan dari masyarakat.
Aktivis Ratna Sarumpaet mengaku bersalah sudah menyebabkan berita hoaks tentang dirinya dianiaya oleh beberapa orang saat berada di Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, kebohongan itu semua dilakukan untuk dibahas dalam keluarganya semata.
Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya tak serta Merta melakukan penangkapan kepada Ratna karena menyebutkan berita hoaks. Menurut Argo, semua dilakukan melalui proses.
"Kan harus pakai apa, berita acara. Kita tunggu aja nanti. Nanti kita tunggu penyidik kerja dulu, biarkan penyidik mengetahui bagaimana kronologisnya, bagaimana alur dari tindak pidana itu sendiri," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/10).
Dalam kasus ini, Argo memastikan pihaknya akan segera memeriksa saksi-saksi. Termasuk Ratna sendiri.
"Nanti semuanya orang ya, saksi yang mengetahui, melihat akan dimintai keterangan. Dan ini berkaitan dengan kasus penyebaran berita bohong penyebaran berita di media sosial," ujarnya.
Lebih lanjut Argo meminta masyarakat bersabar dalam kasus ini. Di mana seperti diketahui Polda Metro mengaku menerima dua laporan dari masyarakat.
"Semuanya nanti dimintai keterangan berkaitan dengan itu. Jangan sampai pemerintahan ini artinya tidak benar, tidak pas. Makanya polisi kemudian melakukan langkah lidik dan memastikan benarnya seperti apa, itu pasti akan jadi pengembangan penyidikan," pungkasnya.
Baca juga:
Demokrat minta Ratna Sarumpaet dipecat dari Timses Prabowo-Sandiaga
Ratna Sarumpaet akui berbohong, Polri tetap usut hoaks penganiayaan
Jubir Prabowo-Sandiaga: Kebaikan & kemurahan hati adalah kelemahan kami
Tangis Ratna Sarumpaet saat mengaku berbohong
Pengakuan lengkap Ratna Sarumpaet soal kebohongan penganiayaan yang diciptakannya
RS Bina Estetika bicara soal Ratna Sarumpaet: Saat datang tak ada lebam