Polisi sebut ledakan di GPPS Arjuno dari bom mobil, pelaku diduga perempuan
Polisi sebut ledakan di GPPS Arjuno dari bom mobil, pelaku diduga perempuan. Bom di GPPS Arjuno meledak pada pukul 08.00 WIB, selang 30 menit setelah ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, yaitu pada pukul 07.30 WIB.
Polisi menyebut ada satu korban jiwa dari ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Jalan Arjuno, Surabaya. Diduga ledakan tersebut berasal dari bom mobil.
"Di GPPS Arjuno itu pakai mobil (bom)," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dihubungi, Minggu (13/5).
Dia menyebut, bom di GPPS Arjuno meledak pada pukul 08.00 WIB, selang 30 menit setelah ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, yaitu pada pukul 07.30 WIB.
"Sementara masih akan diupdate, ada satu ibu-ibu yang kita nyatakan meninggal dunia," kata Frans
Frans belum memastikan apakah perempuan yang meninggal dunia itu adalah pelaku, namun proses identifikasi masih terus dilakukan.
"Masih sementara seperti itu ya, kami identifikasi dulu," kata Frans.
Di Gereja Santa Maria Tak Bercela, dua orang meninggal dunia dalam ledakan bom bunuh diri. Sementara 11 korban luka dirujuk ke RS Sutomo, Surabaya.
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pelaku bom bunuh diri di GKI Surabaya seorang ibu bawa 2 balita
Korban bom di GPPS Arjuno: 1 Dalam mobil, 2 diduga jemaat & 1 pejalan kaki
Kapolda Jatim duga ledakan di Surabaya imbas kerusuhan Mako Brimob
Gubernur Jawa Timur: Kita tidak takut, kita harus lawan!
Erick Thohir: Ledakan bom di Surabaya tak pengaruhi Parade Asian Games 2018