LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi sebut kerusuhan napi di Lapas Bengkulu terorganisir

Ardian memastikan kedatangan polisi ke lapas bukan untuk melakukan razia

2016-07-22 10:52:35
bentrokan lapas
Advertisement

Kepolisian Resor Kota Bengkulu memastikan kerusuhan di Lapas Klas IIA Bentirin sudah terorganisir. Para penghuni menyerang personel polisi ketika akan memeriksa tower air.

Kepala Kepolisian Resor Kota Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta mengatakan, kejadian pada Kamis (21/7) kemarin, itu bermula ketika polisi tengah melakukan pengembangan kasus narkoba. Namun, di tengah penyelidikan ternyata para narapidana melakukan penyerangan kepada petugas.

"Ini terorganisir. Kata Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), semua ruangan blok narkoba yang berada di tingkat atas terkunci, ketika kita akan memeriksa tower air di tingkat atas ternyata terbuka semua dan para narapidana melakukan perlawanan terhadap personel kepolisian," kata Ardian, Jumat (22/7).

Ardian memastikan kedatangan polisi ke lapas bukan untuk melakukan razia. Sebab, sebelum kerusuhan ini polisi sedang mengembangkan kasus dari dua tersangka narkoba.

"Kita ke sana bukan untuk razia kamar, tetapi untuk pengembangan pemeriksaan karena menangkap dua orang pelaku kasus narkoba," katanya seperti diberitakan Antara.

Pengusutan lebih lanjut dari dua orang itu, menemukan indikasi peredaran narkoba dikendalikan dari dalam lapas, dengan inisial pelaku AB. Kepolisian memeriksa pelaku AB dan menggeledah ruang tahanan. Proses pemeriksaan saat itu berlangsung kondusif.

"Pada saat kita mau memeriksa tower air yang di atas bangunan lapas, bukan ruang tahanan narapidana lain, saat itu lah mulai bergejolak," ungkapnya menjelaskan kronologi kejadian.

Kepolisian semula tidak akan merazia tiap kamar dalam blok narkoba. Hingga akhirnya para narapidana melakukan perlawanan saat kepolisian akan menggeledah tower air.

"Kami menemukan satu paket besar sabu, belum kita timbang, 140 telepon genggam di atas tower, ada 12 alat isap, kasur di tower," ujarnya.

Selain itu kepolisian juga menemukan 20 kaca pirex, 31 buku catatan narkoba, 6 timbangan digital, 12 plastik klip, 3 plastik sisa sabu, 3 buku tabungan berbagai bank, 5 kartu anjungan tunai mandiri, 25 butir yang diduga narkoba, serta uang senilai 1,46 juta yang diduga hasil dari penjualan narkoba.

"Kami juga mengamankan delapan orang narapidana dan tiga petugas lapas untuk diperiksa," pungkasnya.

Baca juga:
Razia narkoba di Lapas Bengkulu berujung kerusuhan
Kisruh napi vs polisi, Lapas Bengkulu tutup jadwal kunjungan

Advertisement
(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.