Polisi sakit jiwa di Bali ditemukan, tersenyum saat ditangkap
Suarsa kabur karena kesal harus minum obat setiap hari.
Anggota Polres Bangli, I Nyoman Suarsa, yang kabur dalam perawatan di Rumah Sakit Jiwa Bangli, Bali, akhirnya berhasil ditemukan. Dia beralasan minggat lantaran enggan minum obat.
"Saya dikasih obat dua kali sehari, kalau obat suntik sebulan sekali. Bosan saya dikasih obat terus," kata Suarsa di Bangli, Kamis (7/1).
Saat berhasil mengendap kabur dari petugas, Suarsa langsung berjalan ke Desa Bebalang, kemudian naik angkot menuju Gianyar. "Saya tahu itu rumah kakak kawan saya," ujar Suarsa.
Setelah berjalan kaki puluhan kilometer. Pria 34 tahun berpangkat Brigadir asal Apuan Susut, Bangli, itu ditemukan di kabupaten tetangga, di Desa Medahan Blahbatuh, Gianyar.
Suarsa yang baru akan diberi pensiun muda mulai awal Februari tahun ini ditemukan berkat laporan warga. Dia mengaku mengenalinya dari ciri-ciri pada foto dari Suarsa tersebar.
Kapolres Bangli, AKBP Danang Beny Kuspriandono, Suarsa yang sempat membunuh ipar dan keponakannya itu berhasil diamankan tim buser Polres Bangli, di rumah salah seorang warga di Blahbatuh, Gianyar. Dia mengaku lega Suarsa bisa ditemukan.
"Tindak lanjut kita adalah menyerahkan kembali yang bersangkutan ke RSJP," kata Danang.
Menurut Danang, saat diamankan Suarsa tidak melawan dan lebih banyak menebar senyum. "Saat ditangkap, Suarsa menurut saja kepada petugas," ujar Danang.
Saat digiring ke RSJ Bangli, Suarsa dalam kondisi bugar. Hanya saja telapak kakinya lecet-lecet lantaran berjalan di aspal yang panas puluhan kilometer.
Baca juga:
Warga resah, mantan anggota polisi yang juga pasien RS Jiwa kabur