LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi ringkus pentolan komplotan jambret Surabaya

Polisi ringkus pentolan komplotan jambret Surabaya. Sebagai otak penjambretan, AW juga turun langsung ke jalanan menentukan sasaran korban dengan mengendarai sepeda motor. Selain itu polisi juga menangkap penadah berinisial AR (49). Salah seorang komplotan AW turut ditangkap polisi, yaitu berinisial IS (21).

2017-09-10 12:33:00
Penjambretan
Advertisement

Polrestabes Surabaya meringkus AW, terduga pentolan komplotan jambret atau pencurian dengan kekerasan di kota pahlawan. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela menuturkan AW (34), warga Kampung Bulak Banteng, Surabaya, menjadi otak penjambretan belasan kali di wilayah Kota Surabaya.

"Empat korban di antaranya melapor ke Polrestabes Surabaya. Mereka masing-masing menjadi korban di Jalan Undaan Kulon, Simokerto, Sidoyoso, dan perempatan Jalan Kaliondo Surabaya," ujarnya seperti dilansir Antara, Minggu (10/9).

Sebagai otak penjambretan, AW juga turun langsung ke jalanan menentukan sasaran korban dengan mengendarai sepeda motor. "Dia mengajak seorang rekannya yang dibonceng di sepeda motor yang dikendarainya. Sekaligus rekannya yang dibonceng ini bertindak sebagai eksekutor penjambretan dengan cara menarik paksa barang korban, yang sebelumnya telah ditentukan AW," katanya.

Advertisement

Salah seorang komplotan AW turut ditangkap polisi, yaitu berinisial IS (21), warga Jalan Arimbi Surabaya. Komplotan AW, selalu menyasar korban perempuan yang sedang mengendarai sepeda motor ataupun naik becak sendirian.

"IS ini hanya salah satu komplotan yang membantunya sebab AW sering kali mengajak rekan dari komplotannya yang berbeda-beda setiap melakukan kejahatan jambret," ujarnya.

Selain itu polisi juga menangkap penadah berinisial AR (49), asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Dia selalu menerima barang-barang perhiasan hasil curian jambret dari komplotan AW. Selain AR ada lagi penadah yang bisa menampung barang curian AW.

Advertisement

"AR ini penadah untuk barang-barang perhiasan, sedangkan untuk barang-barang berupa telepon seluler oleh komplotan AR dilempar ke penadah berinisial PI, yang hingga kini masih buron," katanya.

Selain masih memburu penadah PI, pihaknya masih mengejar komplotan AW lainnya. "Setidaknya AW yang merupakan otak dari komplotan ini telah kami tangkap. Selanjutnya tinggal melakukan pengembangan untuk memburu komplotan lain dari jaringan ini," ucapnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.