Polisi Ringkus Pelaku Curanmor yang Tembak Mati Hansip di Cakung
Dalam insiden tersebut, korban tewas setelah pelaku melepaskan dua kali tembakan ke arah dirinya.
Polisi berhasil menangkap pelaku penembakan terhadap seorang hansip yang mencoba menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Cakung, Jakarta Timur. Dalam insiden tersebut, korban tewas setelah pelaku melepaskan dua kali tembakan ke arah dirinya.
"Dalam kurun waktu 12 jam pelaku penembakan di Cakung dibekuk,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (9/11).
Budi menyebut, pelaku ditangkap saat bermaksud kabur ke Lampung. Petugas meringkusnya saat hendak menyeberang lewat Pelabuhan Bakauheni.
“Saat ini tim dari Resmob dan Polres Jakarta Timur mengejar pelaku lainnya dan senpi yang digunakan,” kata Budi.
Hansip Meregang Nyawa
Seorang hansip meregang nyawa setelah berusaha menggagalkan aksi pencurian kendaraan sepeda motor. Dia tewas diterjang timah panas.
Insiden itu terjadi di Kampung Baru, Jalan Pelajar, Cakung, pada Sabtu, (8/11) dini hari.
Korban Atim Suhara (42), tengah berjaga malam. Dia sedang bertugas ronda malam bersama dua rekannya, T (48) dan R (58), melihat gerak-gerik mencurigakan dari layar monitor CCTV. Ada dua orang tak dikenal sedang membongkar sebuah sepeda motor matic.
"Kemudian korban, T dan R 2 langsung menuju ke TKP dengan menggunakan sepeda motor yang dikendarai oleh korban sedangkan T dan R diboncengi," kata Kapolsek Cakung Kompol Widodo Saputro dalam keteranganya, Sabtu (8/11).
Menabrak Kendaraan Para Pelaku
Saat itu, Atim langsung menabrak kendaraan para pelaku. Aksi nekat itu memicu perkelahian.
Bukannya kabur, pelaku justru mengeluarkan senjata api. Dua kali suara tembakan terdengar hingga timah panas mengenai Atim. Korban tersungkur dengan luka tembak di bagian perut kirinya.
"Sempat ada duel antara korban dan pelaku. Saat itu terjadi suara ledakan sebanyak dua kali. Dan korban langsung terjatuh," ujar dia.
Melihat kondisi rekan mereka tak berdaya, kedua saksi terpaksa mengamankan diri dan berteriak meminta pertolongan warga.
"Hasil pengecekan Identifikasi awal korban mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kiri," ucap dia.
"T dan R selanjutnya mengamankan diri dan meminta pertolongan warga," lanjutnya.
Dia mengatakan, korban sempat dilarikan ke RS Polri Kramat Jati. Namun, nyawanya tak tertolong.
"Iya meninggal dunia," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan kepada wartawan.
Dicky mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan. Pelakunya sedang dalam pengejaran.
"Lagi kita kejar pelakunya masih lidik," katanya.