Polisi Pastikan Panic Buying Tak Ganggu Pasokan Bahan Pangan
Polri melalui Satgas Pangan terus melakukan pemantauan ketersediaan pasokan bahan pokok, khususnya dalam situasi pembelian berlebih atau fenomena panic buying yang belakangan terjadi akibat isu virus corona.
Polri melalui Satgas Pangan terus melakukan pemantauan ketersediaan pasokan bahan pokok, khususnya dalam situasi pembelian berlebih atau fenomena panic buying yang belakangan terjadi akibat isu virus corona.
"Kami kepolisian khususnya dari Satgas Pangan, peristiwa itu tidak mengganggu ketersediaan bahan pokok. Jadi sampai hai ini kesiapan bahan pokok itu siap," tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/3).
Masyarakat tidak perlu panik dan khawatir dengan ketersediaan bahan pokok di pasaran.
"Satgas pangan dalam konteks peristiwa beberapa waktu lalu jadi konsen juga. Bagaimana mengamati ketersediaan bahan pangan. Mengecek ke pasar bagaimana persediaan," jelas dia.
Polisi tak segan menindak para pelaku penimbunan barang tertentu yang sangat dibutuhkan masyarakat di tengah isu virus Corona. Sejauh ini yang ditemukan adalah upaya penimbunan masker dan hand sanitizer. Sebanyak 25 tersangka sudah diamankan petugas yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
"Kasusnya di Polda Metro Jaya atau Jakarta, Jawa Barat, Jatim, Jateng, Banten, Kepri, Sulsel, Kalbar, dan Kaltim," Asep menandaskan.
Meluasnya wabah Virus Corona atau COVID-19 menimbulkan 'panic buying' di sejumlah daerah. Tak sedikit oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut dengan melakukan penimbunan bahan pokok dan menjualnya kembali dengan harga berlipat.
Polresta Surakarta bekerja sama dengan Dinas Perdagangan untuk memantau peredaran bahan bahan pangan di pasar tradisional maupun modern. Jika ditemukan adanya oknum tersebut, Polresta akan melakukan tindakan tegas.
"Kami bekerjasama dengan Dinas Perdagangan ikut memantau dan siap menindak tegas pelaku yang memanfaatkan momen panic buying," ujar Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai, Kamis (5/3).
Menurut Andy, kondisi panic buying bisa bisa saja dimanfaatkan oleh para spekulan untuk meraup keuntungan. Para spekulan akan membeli barang dalam jumlah banyak dan kemudian dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal.
"Kita juga akan memantau penjualan makanan lewat online. Di internet juga kami pantau, kalau ada yang menjual dengan tidak wajar akan kami telusuri," tandasnya.
Selain bahan makanan, polisi juga memantau penjualan masker di Solo. Selain apotek, pihaknya juga mendatangi distributor dan produsen masker.
"Kami akan menangkap penjual yang sengaja menimbun dan menjual masker dengan harga tidak wajar. Kami pasti akan tindak tegas," ucapnya.
Reporter: Nanda Perdana Putra dan Arie Sunaryo
Baca juga:
Menkum HAM Setop Sementara Pemberian Visa Bagi Orang yang Tinggal di China
CEK FAKTA: Suspect Corona, Pasien RSUD Pasar Rebo Dibawa ke RSUP Persahabatan
Kapal Pesiar Viking Sun Dilarang Berlabuh di Semarang
Pemda DIY Tambah Dua RS Rujukan Antisipasi Penyebaran Virus Corona
Jokowi: Musuh Terbesar Kita Bukan Virus Corona Tetapi Rasa Cemas dan Panik
Polres Kupang Kota Amankan Delapan Koli Masker Hendak Dikirim ke Jakarta