Polisi pastikan ledakan gas di Makassar bukan karena pengoplosan
Polisi pastikan ledakan gas di Makassar bukan karena pengoplosan. Kapolsek Tallo, Kompol Henki Ismanto memastikan ledakan gas di Jalan Indah Raya, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Rabu (26/10) malam, karena salah satu pemantik tabung gas terbuka. Ledakan itu melukai seorang warga bernama Agus (30).
Kapolsek Tallo, Kompol Henki Ismanto memastikan ledakan gas di Jalan Indah Raya, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Rabu (26/10) malam, karena salah satu pemantik tabung gas terbuka. Ledakan itu melukai seorang warga bernama Agus (30).
"Semula diduga ledakan terjadi dalam kegiatan oplos gas karena Saharuddin, pemilik rumah memang sudah enam tahun buka usaha jual beli gas eceran dan mempekerjakan Agus sebagai tukang antar gas yang jadi korban dari kejadian itu. Namun kemudian dipastikan ledakan tersebut karena murni insiden berdasarkan hasil penelitian tim Labfor," kata Kompol Henki Ismanto berdasarkan penyampaian hasil penelitian tim Labfor Polri Cabang Makassar, Kamis (27/10).
Dia mengatakan, hasil penelitian tim Labfor bahwa pemantik atau pemutar kompor gas dalam kondisi aktif meski tidak ada api yang keluar. Lalu tidak jauh dari posisi kompor di dapur rumah Saharuddin itu terdapat colokan saluran listrik yang terbuka sehingga memungkinkan gas yang keluar dari kompor itu bergesek dengan tegangan positif dan negatif dari colokan tersebut sehingga memicu ledakan.
Menurut dia, ledakan jadi lebih kuat karena kondisi ruangan dapur yang kurang ventilasi udara. "Dari penyelidikan kita juga di TKP, kita tidak menemukan pipa atau semacamnya yang biasa digunakan orang untuk mengoplos. Juga tidak ditemukan tabung gas yang rusak. Jadi temuan kita dan tim Labfor saling menguatkan bahwa ledakan karena murni insiden," kata dia.
Sebelumnya, ledakan cukup keras terjadi di permukiman padat di jl Indah Raya, No 35, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Rabu (26/10) sekitar pukul 20.00 wita. Korban bernama Agus (30) dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo dan hingga Kamis (27/10) kondisinya masih kritis dengan luka bakar 80 persen.
Kapolsek Tallo, Kompol Henki Ismanto yang ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, kejadiannya pukul 20.00 wita semalam, namun laporan baru diterima pukul 21.05 wita. Bersama anggotanya langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan Labfor Polri Cabang Makassar.
Dugaan awalnya, kata Kompol Henki Ismanto, ledakan terjadi karena adanya kegiatan oplos gas di rumah Saharuddin (30), penjual gas eceran dengan ukuran tabung 50 kg, 12 kg dan 3 kg.
Yang jadi korban adalah Agus, seorang buruh harian yang juga nyambi bekerja di tempat Saharuddin sebagai tukang antar pesanan tabung gas. Saat itu, kata Henki, Agus sementara berada di dapur, titik ledakan sehingga dia satu-satunya yang jadi korban.
Adapun Saharuddin tidak sedang di rumah, sementara anak dan istrinya berada di atas lantai dua rumahnya yang sempit itu.
"Selain melukai Agus, dinding tembok dapur yang dempet dengan rumah tetangganya juga roboh. Dan plafon lantai 2 yang berada di atas dapur ikut roboh karena memang sudah tergolong rapuh," kata Henki Ismanto seraya menambahkan, pihaknya masih mendalami penyebab ledakan tersebut apakah benar karena ada kegiatan oplos gas.
Sudah ada lima saksi yang diperiksa termasuk Daeng Baji, pemilik rumah yang dinding tembok kamar tidurnya roboh. Adapun Saharuddin, pemilik rumah tempat kejadian, diamankan untuk dimintai keterangannya.
Daen Baji (46), tetangga Saharuddin yang dinding kamar tidur dan dapurnya roboh saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, tidak ada anggota keluarga yang tidur dalam kamar dan tidak sedang di dapur saat kejadian. Sementara material tembok merusak tempat tidur, rak piring dan alat-alat rumah tangganya yang lain.
"Kami semua berada di ruang tengah saat ledakan besar terdengar. Untungnya hanya ledakan, tidak ada api besar. Seandainya ada api, mungkin kami semua ikut terbakar," kata Daeng Baji.
Baca juga:
Gas meledak di permukiman padat, satu korban kritis
Empat bangunan rusak parah akibat ledakan PHD tunggu ganti rugi
15 Orang diperiksa polisi terkait ledakan PHD di Pondok Gede
Polisi selidiki aliran listrik saat ledakan gas di gerai PHD Bekasi
Kontrakan milik AKBP Untung terkena imbas ledakan gas di PHD
Polisi sebut ledakan PHD Bekasi akibat salah satu tabung gas bocor
Ledakan PHD Bekasi, polisi periksa 10 saksi dan diduga ada kelalaian