LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi panggil 3 saksi terkait dugaan korupsi proyek pasar Soekarno

Polda juga memanggil perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

2015-02-04 09:49:37
Kasus korupsi
Advertisement

Sejumlah pihak menengarai pembangunan pasar Soekarno di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengan penuh penyelewengan. Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM pada Oktober lalu bahkan telah merilis penemuan adanya korupsi dalam pembangunan pasar.

Polda Jawa Tengah bahkan telah memeriksa sejumlah pihak yang terlibat pembangunan pasar Soekarno, pada Kamis 29 Januari lalu. Pemeriksaan masih sebatas penyelidikan dengan memanggil pelaksana proyek PT Ampuh Sejahtera, PPHP (Panitia Penerima hasil pekerjaan) dan konsultan perencana.

"Polda memang telah memanggil beberapa saksi yang terlibat pembangunan, tapi masih dalam tahap lidik. PT Ampuh sudah dipanggil tapi tidak ada yang datang. Dari PPHP atas nama Sutanta PU sudah diklarifikasi. Yang lain dari CV Dharma Cipta (konsultan perencana) atas nama Sarindi," ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Andy Rifai, Rabu (4/2).

Terpisah, Manager Tehnik PT Ampuh Sejahtera, Ajiyono mengatakan pihaknya telah menerima surat pemanggilan dari Dirkrimsus Polda Jateng Minggu lalu. Ia mengaku telah datang memenuhi undangan pada Kamis (29/1) lalu.

"Selain kami selaku pelaksana proyek, Polda juga memanggil perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Pihak pengguna anggaran pembangunan pasar Ir Soekarno diwakili oleh Kepala Disperindag Sukoharjo, AA. Bambang Haryanto serta Lanjar Budi Wahono sebagai panitia lelang," kata Ajiono.

Sebelumnya, dugaan adanya penyimpangan atau tindak pidana korupsi dalam proses pembangunan pasar Ir Soekarno, di Sukoharjo, Jawa Tengah dikemukakan oleh Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM). Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan bersama tim Pukat UGM, kuat dugaan adanya penyimpangan yang merugikan negara.

"Kami telah menggelar focus group discussion (FGD) bersama PKBH UGM dengan mengundang perwakilan tim 8 dan Himpunan Pedagang Pasar Kota Sukoharjo (HPPKS) ke kantor PUKAT UGM pada Kamis (9/10). Berdasarkan hasil FGD tersebut, ada indikasi pembangunan pasar Ir Soekarno menyebabkan kerugian Negara," ujar Direktur eksekutif Pukat UGM Hazrul Halili, kepada wartawan, di Sukoharjo, Kamis (23/10).

Menurut Hazrul, pihaknya menengarai potensi kerugian negara lebih besar lagi, lantaran amburadulnya dokumen anggaran dan proses pelaksanaan proyek. Proses lelang pembangunan pasar Ir Soekarno tahap pertama yang dimenangkan PT Ampuh Sejahtera, nilai tendernya Rp 24,8 miliar padahal seharusnya fisik pasar Ir Soekarno hingga jadi 100 persen itu membutuhkan biaya Rp 32 miliar.

PT Ampuh hanya dibayar Rp 18 miliar. Ia mengatakan, terdapat selisih Rp 6 miliar yang sampai saat ini tidak diketahui ke mana uang tersebut.

"Ini baru kajian dokumen, belum kalau kita cek di lapangan," katanya.

Baca juga:
Anggota Komisi I: RUU Ekstradisi bisa bawa pulang tersangka korupsi
Survei Populi Center: DPR lembaga paling korup di mata rakyat
Keterlaluan, mantan Kades di Pekalongan jual beras raskin
Buronan kasus korupsi di Nunukan ditangkap di Kota Depok
Kejagung resmi tahan eks bos PT Adhi Karya Bali
Sindir dewan ladang korupsi, sejumlah wanita cantik demo DPRD Jabar

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.