Polisi masih korek alasan pelaku sekap 11 orang di kamar mandi
Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan menegaskan jika sudah dua pelaku perampokan sadis berhasil ditangkap. Satu pelaku Ramlan Butarbutar tewas ditembak karena mencoba melakukan perlawanan.
Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan menegaskan jika sudah dua pelaku perampokan sadis berhasil ditangkap. Satu pelaku Ramlan Butarbutar tewas ditembak karena mencoba melakukan perlawanan.
"Pelaku empat, dua sudah ditangkap. Satu tewas karena melawan," kata Iriawan saat jumpa pers di RS Polri, Rabu (28/12). Pelaku diamankan adalah Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang.
Menurut Iriawan, anggota masih terus mendalami keterangan dari pelaku, termasuk alasan menyekap 11 korban di kamar mandi. Kamar mandi pengap itu berukuran 2 meter X 1 meter.
"Yang jadi pertanyaan kenapa disekap di WC? Itu nanti jadi pengembangan. Itu ruangan tak ada ventilasinya, dan dipakai pembantu rumah," ungkapnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, menurut Iriawan, pelaku sengaja mengunci korban agar tak bisa keluar.
"Kuncinya dibuang pelaku, grendelnya dirusak sehingga dipastikan korban tidak bisa keluar. Rumahnya kokoh dan sulit didobrak," tuturnya.
Dari hasil otopsi diketahui tak ada kekerasan di tubuh para korban. "Hasil otopsi selesai semua, korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen dalam darah karena disekap bersamaan tanpa ada ventilasi meninggal dunia," tandasnya.
Seperti diketahui, perampokan sadis terjadi pada Senin (26/12) sore di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur. Rumah mewah itu milik Ir Dodi Triono.
Dalam kejadian itu enam orang tewas. Identitas korban yakni, Dodi Triono (59) selaku pemilik rumah, Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9) anak ketiga dari Dodi, Amel teman anak korban, Yanto sopir, dan Tasrok (40) sopir.
Sedangkan korban selamat yakni, Emi, Zanette Kalila Azaria, Santi, Fitriani, dan Windy (23). Para korban masih dalam perawatan intensif karena mengalami trauma berat.