Polisi masih dalami kalimat Tauhid di video pengeroyokan Haringga
Sebab, polisi menerima dua versi video insiden penganiayaan Haringga.
Polisi masih mendalami adanya teriakan kalimat tauhid 'Lailahaillallah' dalam video aksi pengeroyokan Bobotoh yang menewaskan seorang Jakmania bernama Haringga Sirila. Sebab, polisi menerima dua versi video insiden penganiayaan Haringga.
"Sedang diteliti. Yang diteliti itu benar atau tidak. Kan ada dua itu (videonya). Yang beredar ada yang teriakan ada yang enggak," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018).
Setyo menyebut, tim Dittipid Siber Polri masih memeriksa adanya dugaan editan dari rekaman video yang viral tersebut. "Ya saya enggak bisa jelaskan teknis di sini, nanti orang pada tahu semua," jelas dia.
Dalam video, Haringga dianiaya hingga tewas sebelum laga Persib Bandung versus Persija Jakarta di Stadion Bandung Lautan Api (SBLA) pada Minggu 23 September 2018. Meski tidak sadarkan diri, dia diseret sambil massa meneriakkan lafaz kalimat tauhid.
"Jadi kita lagi teliti, kita kirim ke Ditsiber. Siber dimana pun bisa diteliti," Setyo menandaskan.
Diberitakan sebelumnya, insiden pengeroyokan mewarnai laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018). Dalam peristiwa itu, satu orang dikabarkan meninggal dunia.
Aksi pemukulan tersebut tersebar dalam rekaman video berdurasi 29 detik di media sosial dan aplikasi pesan whatsapp. Dari Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa itu terjadi di sekitar stadion menjelang pertandingan.
Satu orang pria terlihat korban dipukuli oleh tangan kosong. Pada akhir video terlihat pria lain memukulinya menggunakan benda tumpul. Korban diketahui bernama Haringga Sirila (23), warga Bangunusa RT 13/RW 03, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat.
Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber : Liputan6.com
Baca juga:
Kesaksian tukang bakso berusaha selamatkan nyawa Haringga
Mengelak pukul Haringga Sirila, satu tersangka ogah melakukan adegan rekonstruksi
EMTEK berharap Liga I tidak bubar, hanya ditunda
Begini sadisnya 8 tersangka habisi nyawa Haringga Sirila
Liga 1 berhenti sementara, ini kata pelatih PS TIRA