LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi lepaskan 73 pelajar yang terlibat tawuran

"Saya terenyuh dan tergerak untuk silaturahmi dan bertemu dengan siswa dan orang tua," ujar M. Nuh.

2012-04-20 19:07:01
Ujian Nasional
Advertisement

Polisi melepaskan 73 siswa yang terlibat tawuran pada Rabu (19/4). Pemulangan siswa tersebut dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suhardi Alius.

"Saya terenyuh dan tergerak untuk silaturahmi dan bertemu dengan siswa dan orang tua," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh di Balai Pertemuan Metro Jaya, Jumat (20/4).

Nuh berharap, dengan adanya pertemuan dan silaturahmi ini, para pelajar yang bermasalah ini bisa sadar tidak mengulanginya kembali. Walaupun Ujian Nasional sudah selesai bukan berarti mereka semua akan lulus.

"Saya juga tidak tahu apa mereka semua akan lulus, karena kelulusan kan mereka juga yang menentukan," imbuhnya.

Lebih lanjut M. Nuh mengatakan, pihaknya punya prinsip karena dasarnya mereka adalah anak baik tetapi dalam perjalanan ada sedikit penyimpangan dan ikut-ikutan.

"Mereka berjanji saat diajak dialog dari hati ke hati mereka menangis mencium ibunya bapaknya. Pada dasarnya mereka baik," katanya.

Dia menegaskan, tugasnya adalah meyakinkan kepada mereka yang sudah terbukti nakal dan sebagainya masih bisa berubah dan melakukan hal baik. Bahkan, banyak siswa tersebut tidak memiliki orang tua yang sempurna.

Disamping itu, ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama keluarga memberikan perhatian lebih kepada anaknya. Kedua sekolah tidak hanya mengajar tapi sekolah memberikan sentuhan hati. Terakhir pengaruh lingkungan masyarakat.

"Tidak cukup belajar a sampai z, tapi anak juga harus diajak dialog dari hati ke hati. Kalau ada anak yg cenderung nakal, coba didekati dari hati ke hati," tuturnya.

Pihaknya berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengambil tindakan preventif. Kedepannya, pihak kementerian akan melakukan tindakan tegas kepada pihak sekolah bila menemukan kalau sekolah tersebut sering melakukan tawuran.

"Kalau memang kepala sekolahnya tidak sanggup maka diperlukan penyegaran manajemen sehingga tawuran bisa dihindari," tutupnya.(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.