Polisi lacak pelempar batu ke bus rombongan umrah Bima Arya
Bus rombongan Bima Arya dilempar batu oleh orang tak dikenal saat melintas di Tol Jagorawi KM 27, kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky menyebut, pihaknya sudah melakukan olah TKP setelah mendapat laporan adanya insiden tersebut.
Bus rombongan calon petahana Wali Kota Bogor Bima Arya dilempar batu oleh orang tak dikenal saat melintas di Tol Jagorawi KM 27, kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky menyebut, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan adanya insiden tersebut.
"Kita justru dapat laporannya dari masyarakat, dari media juga. Bukan dari yang bersangkutan (Bima Arya). Terus kita cek, benar," ucap Dicky kepada wartawan, Sabtu (17/2).
Dicky menuturkan, kejadian tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan politik. Ia menyebut, peristiwa penyerangan itu karena rombongan bus disangka suporter The Jack.
Ia menjelaskan, anggota kepolisian memang sudah melakukan penjagaan di sejumlah titik untuk memantau pergerakan massa suporter sepak bola dari Kabupaten Bogor yang berangkat menuju Stadion Gelora Bung Karno (GBK) untuk menyaksikan pertandingan final Piala Presiden.
"Kita udah jaga tuh di kantung-kantung, supaya tidak ada bentrok. Cuman kan di jalan tol, panjang gitu, bingung juga kita jaganya. Tapi kita akan perkuat lagi. Kita juga akan lacak pelakunya, mudahan-mudahan ada kemudahan," terangnya.
Akibat lemparan batu itu, bus mengalami pecah kaca di bagian samping kiri. Selain itu menyebabkan dua jemaah umrah mengalami luka di bagian pipi akibat terkena serpihan kaca.
Baca juga:
Diduga Jakmania, bus rombongan umroh Cawalkot Bogor Bima Arya dilempari batu
Kepala BIN klaim sudah prediksi penyerangan tokoh agama di tahun politik
Polisi yang lumpuhkan penyerang gereja di Sleman dapat penghargaan
Penyerangan tokoh agama kerap terjadi, kinerja BIN dinilai belum maksimal
Moeldoko tegaskan penyerangan terhadap pemuka agama tak terkait Pilkada
Dibawa ke Jakarta, penyerang gereja bakal diperiksa secara intensif