Polisi kembali tangkap satu orang diduga terlibat Saracen
Sesuai dengan identitas yang dimiliki oleh Dewi, bahwa dirinya hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan alamat rumah di Ciledug Raya , Jakarta Selatan.
Polisi kembali menangkap satu orang yang diduga terlibat dalam kelompok Saracen atau ujaran kebencian dan Konten SARA. Satu orang tersebut itu diketahui bernama Asma Dewi yang berasal dari Sulawesi Utara.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, Dewi ditangkap di Komplek Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI), usai penyidik melakukan pendalaman dan menemukan adanya aliran dana dari Dewi ke anggota inti Saracen berinisial NS.
"Penyidik sementara dapat info yang bersangkutan transfer uang senilai Rp 75 juta ke NS," kata Setyo di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (11/9).
Usai NS mendapatkan dana dari Dewi, uang tersebut langsung digunakan untuk membayar ke seseorang yang berinisial D. Dalam catatan pemindahan bank, tertulis atau disebutkan bahwa dana tersebut untuk membayar Saracen.
"Kemudian D transfer ke R, ini yang merupakan bendahara Saracen," ujarnya.
Sampai saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman terkait aliran dana yang diberikan oleh Dewi terhadap anggota Saracen tersebut.
"Untuk pembuktian lebih lanjut Dittipidsiber sedang kerja sama dengan PPATK karena ini menyangkut transaksi keuangan bank," ucapnya.
Polisi juga sedang melakukan pengejaran dan penyelidikan terhadap NS dan beberapa orang lainnya yang diduga ikut terlibat dalam Saracen.
Diketahui, polisi menangkap satu orang tersangka yang diduga terlibat dalam kelompok jaringan Saracen yaitu bernama Asma Dewi. Dewi ditangkap oleh polisi di kompleks AKRI, jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/9).
Sesuai dengan identitas yang dimiliki oleh Dewi, bahwa dirinya hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan alamat rumah di Ciledug Raya , Jakarta Selatan.
Dewi yang ditangkap saat berada di Komplek AKRI, itu merupakan tempat tinggal dari kakaknya yang merupakan seorang anggota kepolisian. Yang padahal alamat dia berada di Ciledug, Jakarta Selatan.
Dari hasil penangkapan, polisi telah menyita beberapa barang bukti dari Dewi yaitu dua unit device dan postingan berbau SARA.
Baca juga:
Jokowi minta Projo tak ikut-ikutan sebar kebencian seperti Saracen
Kapolri Tito: Saracen sudah eksis sejak Pilpres 2014 & Pilgub
Hanura tuding Saracen manfaatkan isu Rohingya untuk serang Jokowi
Polisi temukan bukti ketua grup Saracen bajak akun medsos
Bajak akun orang lain, Ketua Saracen Jasriadi dikenakan pasal berlapis