LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi Kembali Tangkap Perusuh Aksi 22 Mei, Total 101 Orang

Aksi anarki itu muncul setelah para pengunjuk rasa Bawaslu membubarkan diri dengan damai. Muncullah kelompok lain yang melakukan kekerasan.

2019-05-22 14:38:20
22 Mei
Advertisement

Kepolisian menangkap dua orang lagi terkait kerusuhan 22 Mei di kawasan Petamburan, Jakarta Barat. Sebelumnya sudah ditangkap 99 orang diduga sebagai provokator kericuhan dini hari tadi sampai jelang subuh.

"Bertambah terus, sudah 101 (yang ditangkap)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (22/5).

Hingga kini, polisi terus mengumpulkan bukti-bukti untuk mencari tahu siapa otak di balik kerusuhan itu. Mereka yang sudah ditangkap sedang dilakukan pendalaman.

Advertisement

Sebelumnya Menko Polhukam, Wiranto, menyikapi perkembangan pascakerusuhan 22 Mei dini hari di kawasan Tanah Abang dan Petamburan. Pelakunya berbeda dengan kelompok yang berunjuk rasa damai di Bawaslu.

Aksi anarki itu muncul setelah para pengunjuk rasa Bawaslu membubarkan diri dengan damai. Muncullah kelompok lain yang melakukan kekerasan.

"Aksi itu menyerang petugas asrama polisi yang di tinggali keluarga anggota Brimob, di dalam kantor polisi, bakar mobil, dan aksi brutal lainnya yang tujuannya menciptakan kekacauan dan jatuh korban," katanya di Gedung Kemenko Polhukam, Rabu (22/5).

Advertisement

Setelah itu, katanya, kemudian dimunculkan sebuah asumsi seolah petugas keamanan bertindak sewenang-wewenang sehingga ada korban di masyarakat.

"Saya katakan itu tidak benar. Jangan sampai diputarbalikkan," tegas dia.

Wiranto memastikan saat petugas mengamankan demo kemarin, tidak satupun petugas membawa senjata. Persenjataan dipastikan disimpan di gudang.

"Sebab saat demo, petugas diminta tidak bersenjata tidak menggunakan senjata api. senjata di gudang. Mereka hanya pakai perisai, pentungan, dan perlengkapan lain, bukan senjata api. Enggak mungkin petugas bunuh rakyat saat aksi demo," jelasnya.

Menurutnya, perusuh itu adalah preman dibayar yang sengaja ingin membuat kekacauan.

"Nanti Kapolri akan jelaskan, ada yang bertato. Siapa dia, pengakuannya gimana, akan dijelaskan. Jangan sampai dilemparkan ke masyarakat pemerintah sewenang-wenang diktator, aparat seenaknya lawan rakyat. Jangan terkecoh hasutan itu," tegasnya.

Baca juga:
Aksi 22 Mei, Toko dan Perkantoran di Jalan Sabang Tutup
Situasi Politik Memanas, Menhub Budi Minta Operator Perketat Pengamanan Bandara
Ketua DPR Tinjau Pengamanan Gedung Parlemen saat Aksi 22 Mei
Wapres JK Tanggapi Kerusuhan: Kita Harapkan Masyarakat Untuk Tenang
Wiranto: Ada Perusuh Sengaja Buat Kekacauan, Pelaku Preman Bertato
Polisi Ungkap Fakta-Fakta Massa yang Bikin Ricuh 22 Mei di Jakarta
Ada Aksi 22 Mei, MRT Beroperasi Hanya Sampai Stasiun Dukuh Atas

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.