Polisi ini marahi tokoh FPI Sragen saat sweeping atribut Natal
Polisi ini marahi tokoh FPI Sragen saat sweeping atribut Natal. Di tengah-tengah negosiasi, ternyata ada seorang polisi yang terpancing emosinya. Dia meminta agar FPI tidak melanjutkan tindakannya. Sebab, dia yakin agama seseorang tak akan berpindah karena Allah sudah memberikan jaminannya.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menegaskan akan menindak organisasi kemasyarakatan (ormas) apapun yang menggelar sweeping terkait Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal penggunaan atribut Natal. Namun, aksi sweeping tersebut ternyata masih ditemukan di beberapa daerah.
Salah satunya di Sragen, Jawa Tengah. Sekelompok orang yang diduga berasal dari Front Pembela Islam (FPI) mendatangi sebuah pasar swalayan di kota itu. Namun, aksi tersebut berhasil dicegah kepolisian.
Salah seorang di antaranya, yang diduga sebagai tokoh FPI Sragen, mengaku hanya ingin melihat secara langsung di mana Fatwa MUI dijalankan dengan baik. Namun, polisi tetap tidak mengizinkan mereka masuk ke dalam pasar swalayan tersebut.
Di tengah-tengah negosiasi, ternyata ada seorang polisi yang terpancing emosinya. Dia meminta agar FPI tidak melanjutkan tindakannya. Sebab, dia yakin agama seseorang tak akan berpindah karena Allah sudah memberikan jaminannya.
"Lakum dinukum waliyadin, itu ayat Allah," sahutnya.
Berikut videonya:
Baca juga:
Dewan Ulama Saudi: Pokemon tidak Islami, promosikan Zionisme
Ulama Mesir usul Pokemon Go dilarang karena mudarat seperti miras
Pemerintah Iran tangkapi anjing peliharaan pakai alasan haram
Ulama Pakistan haramkan pembunuhan demi kehormatan
Lima fatwa haram paling menggelikan bagi perempuan