Polisi buru penggambar lambang palu arit di masjid di Pamekasan
Polisi buru penggambar lambang palu arit di masjid di Pamekasan. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar meminta kepada seluruh masyarakat agar tak terprovokasi atas ulah orang yang ingin menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Sangat diduga kuat gambar-gambar tersebut memprovokasi."
Dinding dan kamar mandi Masjid Jamik Al Ikhlas di Desa Bilaan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dicoret gambar palu arit. Polisi masih mendalami motif dan memburu pelaku.
"Itu masih didalami terus yah oleh petugas kepolisian di sana, masih terus dilakukan penyelidikan asal usul dari gambar-gambar itu, masih berjalan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/2).
Boy meminta kepada seluruh masyarakat agar tak terprovokasi atas ulah orang yang ingin menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Sangat diduga kuat gambar-gambar tersebut memprovokasi termasuk berbagai informasi. Informasi seperti apa, informasi yang kaitannya misalkan KTP ganda, ada pengiriman KTP dari luar negeri seperti itu, semuanya dapat dipastikan keinginan memprovokasi situasi yang ada," katanya.
Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dikejutkan dengan temuan gambar palu arit berwarna cat merah di dinding, kamar mandi Masjid Jamik Al Ikhlas Desa Bilaan, Kecamatan Proppo.
Dari informasi didapat merdeka.com, gambar palu arit tersebut diketahui salah satu jemaah yang akan menjalankan salat subuh.
Saat itu dia hendak berwudu, ternyata melihat simbol palu arit di dinding, dengan cat warna merah. Temuan itu langsung disampaikan ke pengurus masjid.
Dari temuan itu, pengurus melaporkan ke Polisi. Saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan.
Sebab dari penyelidikan di lapangan, gambar palu arit juga ditemukan di tiang penyangga jembatan sekitar Jalan Raya Desa Lenteng. Serta ada di papan reklame Jalan Raya Bilaan.
"Simbol itu ditemukan tadi pagi. Dan ini masih dilakukan penyelidikan, dengan melakukan pemeriksaan tiga orang," terang Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (9/2).
Baca juga:
Megawati tiba-tiba keluarkan surat bantahan PDIP diisukan komunis
80 Buku pegangan UN SMA memuat logo palu arit ditarik
TNI tegaskan Panglima tak pernah ceramah soal ancaman Komunis China
Ini penjelasan Indosat Ooredoo soal reklame muat gambar mirip PKI
Polisi temukan iklan berlambang komunis di Lenteng Agung
Cerita Sertu Ishak Bahar, ajudan Letkol Untung sesaat sebelum G30S
Buku palu arit ada di JCC, empat WN Malaysia diperiksa polisi