Polisi berseragam preman siap amankan arus mudik di Pelabuhan Merak
Menurut Kapolri, pengamanan ini dilakukan guna mengantisipasi ancaman teror bom.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Badrodin Haiti akan mengerahkan 500 personel untuk mengamankan arus mudik di seluruh titik Pelabuhan Merak. Menurut Badrodin, pengamanan ini dilakukan guna mengantisipasi ancaman teror bom.
"Kita sudah tingkatkan pengamanan di sini 500 orang baik yang pakaian dinas maupun pakaian preman," kata Badrodin usai meninjau arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (3/7).
Badrodin mengatakan, hingga saat ini belum nampak kejahatan cukup menonjol di Pelabuhan Merak. Selain itu, di sepanjang jalur mudik baik di Jawa maupun luar Jawa juga tidak ada ancaman yang berarti.
"Sampai sekarang enggak ada kejahatan-kejahatan yang menonjol. Jadi di lingkungan ini tidak ada," tuturnya.
Menurut Badrodin, dirinya enggan berspekulasi perihal tingkat kecelakaan yang akan terjadi. Dirinya justru lebih khawatir pada saat kondisi arus balik nanti.
"Kami kan tidak bisa prediksi, karena yang nanti kami khawatirkan adalah arus balik saat kembali. Saat kembali itu dari daerah jawa itu agak tersendat biasanya tidak bisa cepat begitu masuk tol itu jalan bagus bebas hambatan ngebut sehingga kalau terjadi kelelahan kecelakaannya fatal," pungkasnya.
Baca juga:
Alami lonjakan penumpang, KSOP Ambon tetap fokus keselamatan
Bus Jaya Praya terguling usai tabrak Avanza di Tol Cipali
Jumlah kecelakaan arus mudik 2016 meningkat 192 persen
Urai kemacetan, contra flow diberlakukan di Tol Cikampek
PT KAI jalankan 6 kereta tambahan dari Stasiun Pasar Senen
3 Hari jelang Lebaran, 13.823 pemudik berangkat dari Stasiun Senen
H-3, ratusan ribu penumpang sesaki Stasiun Senen