LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi belum terima laporan pergerakan massa tamasya Al Maidah

Polisi belum terima laporan pergerakan massa Tamasya Al Maidah. Aksi itu akan dilakukan di hari pencoblosan yakni dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengawal juga memantau pemungutan suara.

2017-04-19 07:45:40
Pilgub DKI
Advertisement

Polda Metro Jaya hingga kini belum melihat juga menerima laporan akan adanya pergerakan massa aksi 'Tamasya Al Maidah'. Aksi itu akan dilakukan di hari pencoblosan yakni dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengawal juga memantau pemungutan suara.

"Selama ini kita belum ada laporan terkait itu ya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, kepada merdeka.com, Rabu (19/4).

Argo mengingatkan agar masyarakat patuh dan taat terhadap maklumat yang telah dikeluarkan oleh Polri, Bawaslu juga KPU DKI Jakarta.

"Ya kemarin kan sudah jelas di maklumat itu ya," tegasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengeluarkan maklumat No Mak/04/XI/2016 terkait penyampaian pendapat di muka umum, terlebih di jalan protokol. Maklumat tersebut dikeluarkan berdasarkan instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Maklumat ini sejak saya tanda tangan tadi malam sudah disampaikan secara paralel, baik secara door to door atau disebarkan melalui udara agar semua masyarakat bisa menerima maklumat ini," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (22/11).

Dalam maklumat yang diterima merdeka.com, tertulis jika dalam penyampaian pendapat di muka umum dilarang melakukan kejahatan terhadap keamanan negara berupa makar terhadap Presiden dan atau Wakil Presiden RI, makar hendak memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan makar dengan menggulingkan Pemerintahan Indonesia.

Selain itu, dalam maklumat tersebut juga ditulis larangan penyampaian pendapat dengan melakukan provokasi yang bersifat anarkis maupun yang mengarah kepada SARA.

Sebelumnya, Ketua Panitia Tamasya Al Maidah, Ansufri ID Sambo menyatakan, pengerahan massa pada hari pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, Rabu (19/4) untuk memastikan pasangan Ahok-Djarot tidak menang.

"Supaya Ahok tidak menang, siapa pun calonnya (lawannya)," kata Ansufri di di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, Senin (17/4).

Baca juga:
Dukungan Anies-Sandi dan sindiran Ahok-Djarot soal tamasya Al Maidah
Ini 10 format peserta tamasya Al Maidah saat mendatangi TPS-TPS
Pilkada Jakarta, Depok berstatus siaga satu
Strategi polisi tangkal pergerakan massa ke Jakarta saat putaran dua
Polres Serang akan cegah massa yang ikut tamasya Al Maidah
Cegah massa ke Jakarta, polisi berjaga di Stasiun KRL Bojong Gede
Djarot soal tamasya Al Maidah: Di TPS tak ada pemandangan pantai

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.