Polisi belum tahu jenis senjata yang digunakan menembak mobil di DIY
Polisi belum tahu jenis senjata yang digunakan menembak mobil di DIY. Berdasarkan hasil olah TKP, penyidik menemukan beberapa butir gotri. Butiran gotri ini diduga merupakan peluru yang digunakan untuk menembak dua mobil hingga kacanya berlubang.
Dua kasus penembakan mobil yang terjadi di DIY beberapa hari terakhir masih terus diselidiki petugas kepolisian dari Polres Bantul. Hingga saat ini, penyidik dari Polres Bantul belum bisa memastikan jenis senjata apa yang digunakan untuk menembak dua mobil.
Berdasarkan hasil olah TKP, penyidik menemukan beberapa butir gotri. Butiran gotri ini diduga merupakan peluru yang digunakan untuk menembak dua mobil hingga kacanya berlubang.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum memastikan senjata yang digunakan pelaku untuk melakukan penembakan. Polisi juga belum bisa menyimpulkan keterkaitan penembakan dua mobil di dua lokasi yang berbeda tersebut.
"Masih terus kami lakukan pendalaman. Kasus ini ditangani oleh Polsek Bantul tetapi diback up oleh Polres Bantul," jelas Anggaito saat dihubungi, Senin (27/3).
Berdasarkan informasi yang diperoleh insiden pertama di Dusun Babadan, Desa Bantul sekitar pukul 03.30 Jum'at (24/3) kemarin. Kaca belakang mobil milik Parjono ditemukan berlubang. Diduga akibat tembakan senjata airgun.
Sedangkan insiden penembakan yang kedua menimpa mobil minibus milik Budi Galih Prakoso. Kaca belakang mobil minibus milik warga Kampung Depok, Gandekan, Bantul ini juga berlubang.
"Yang pasti gotri sudah ditemukan. Kami masih mendalami keterangan saksi-saksi dan melakukan olah TKP untuk mengungkap kasus tersebut," pungkas Anggaito.
(mdk/noe)