Polisi bekuk pelaku pembunuhan sadis karyawati di Tangerang
Dua orang yang diduga menjadi pelaku ditangkap pada Minggu (15/5) sekitar pukul 04.00 WIB.
Aparat Polda Metro Jaya berhasil meringkus pembunuhan sadis yang menimpa karyawati PT Polyta Global Mandiri, Enno Parinah (18) yang dibunuh secara sadis di Kosambi, Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Dua orang yang diduga menjadi pelaku ditangkap pada Minggu (15/5) sekitar pukul 04.00 WIB, oleh penyidik Jatanras Polda Metro Jaya yang bergabung bersama tim IT dari Mabes Polri.
Keduanya antara lain, R alias Dayat dan IP alias Bogel. Pelaku Dayat ditangkap karena kedapatan memiliki ponsel korban. Sedangkan, Bogel ditangkap karena dirumahnya terdapat bercak darah.
"Benar, tetapi belum tersangka," ujar Kompol Triyani, Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota.
Sedangkan Kapolsek Teluknaga, AKP Supriyanto ketika dihubungi juga membenarkan. Namun, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut sebab masih mengumpulkan keterangan dari keduanya.
Sementara itu, menurut Supriyanto, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti saat ini sedang ada di lokasi kejadian.
"Pak Krisna saat ini sedang ada di lokasi, ingin reka ulang, saya belum bisa memberikan keterangan," singkatnya.
Sebelumnya, korban ditemukan sudah meregang nyawa diduga menjadi korban pemerkosaan dan juga pembunuhan sadis, Jumat (13/5) lalu.
Gadis asal Kampung Bangkir, Kelurahan Pegandikan, Lebak Wangi, Kabupaten Serang, ini ditemukan tewas di mes pabrik tempat dia bekerja dengan kondisi bersimbah darah.
Kapolsek Teluk Naga AKP Teluk Naga AKP Supriyanto mengatakan, tewasnya korban diketahui sekitar pukul 08.00 WIB. Ketika itu korban tidak masuk kerja, lalu temannya menyusulnya ke mess. "Ternyata ditemukan sudah tewas badannya luka-luka," jelasnya.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk diautopsi. Pihaknya sendiri belum memastikan penyebab kematian korban. Begitu juga dengan adanya unsur pemerkosaan.
"Kita autopsi dulu untuk memastikan kematiannya. Kita sudah olah TKP dan memeriksa sekitar lima saksi di sekitar kamar mess korban," katanya.