LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi bekuk 2 driver ojek online diduga jadi pengedar sabu

Fajar, mengaku sudah 2 kali mengantar pesanan pembelian sabu, namun tidak melalui pemesanan layanan antar pada aplikasi.

2018-09-26 00:32:00
Kasus Narkoba
Advertisement

Dua driver ojek online, Fajar (23) dan Rahman (44), warga Jalan Pangeran Antasari II, Samarinda, dini hari tadi ditangkap polisi, dengan dugaan sebagai pengedar sabu. Keduanya, kini meringkuk di penjara sementara Polresta Samarinda.

Keduanya dibekuk dalam 10 menit. Fajar, ditangkap pertama kali, sekira pukul 00.30 WITA, setelah polisi mengendus adanya transaksi sabu. Petugas menemukan 0,45 gram sabu di kantong Fajar.

"Dia (Fajar) lagi naik motor, tidak jauh dari rumahnya. Barang itu mau diserahkan ke seseorang, karena ada pembeli," kata Kaur Bin Ops Satuan Reserse Narkoba Polresta Samarinda, Ipda Edi Susanto, ditemui merdeka.com, di kantornya, Jalan Slamet Riyadi, Selasa (25/9).

Advertisement

Dari penyelidikan, Fajar ditelepon seseorang pemesan sabu, yang lantas dia dapatkan dari tetangganya, Rahman, tidak jauh dari rumahnya.

"Jadi, keduanya ini satu jaringan, saling keterkaitan. Kita datangi rumah Edi sekitar jam 12.40 dini hari tadi. Kita sita 0,28 gram, dan uang hasil penjualan sabu Rp 2,4 juta," ujar Edi.

"Dia (Fajar) ngaku disuruh orang tidak dikenal memesan sabu. Keduanya tetangga, dan saling kenal, dan dua-duanya ini driver ojek online," tambahnya.

Advertisement

Fajar, mengaku sudah 2 kali mengantar pesanan pembelian sabu, namun tidak melalui pemesanan layanan antar pada aplikasi. "Saya beli Rp 300 ribu, ini kedua kalinya. Pertama beli Rp 200 ribu, yang nyuruh dari orang yang sama. Saya dapat fee Rp 30 ribu (sekali antar)," katanya.

Pun demikian Rahman, mengaku baru saja melakoni bisnis narkoba. "Barang ini saya dapat dari teman juga Pak. Barang bukti yang ada (0,28 gram sabu) sisa satu paket hemat itu saja. Awalnya ada 10 paket hemat, habis dalam 2 hari. Saya jual paket hemat sabu itu Rp 150 ribu-Rp 300 ribu per bungkus," terang Rahman.

Baca juga:
Polisi gagalkan penyelundupan 16,6 kg sabu dari Malaysia
Terhimpit ekonomi, Yolanda nekat jadi kurir sabu untuk kedua kalinya
Polisi buru bandar narkoba pemasok sabu ke komika Mudy Taylor
BNN Bali rangkul desa adat bentuk relawan bantu perangi narkoba

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.