LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi Bantah Guru yang Ditembak KKB Mata-mata: Modus Agar Didukung Publik

Penembakan terhadap dua guru oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker, yang dituduh sebagai mata-mata aparat hanyalah modus KKB untuk menutupi kejahatannya. Kedua korban diketahui atas nama Oktovianus Rayo dan Yonatan Renden.

2021-04-11 03:03:00
Kelompok Kriminal Bersenjata
Advertisement

Penembakan terhadap dua guru oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker, yang dituduh sebagai mata-mata aparat hanyalah modus KKB untuk menutupi kejahatannya. Kedua korban diketahui atas nama Oktovianus Rayo dan Yonatan Renden.

"Itu hanya modus KKB. Di sini mereka sering mengancam kios-kios pendatang untuk menyerahkan uang Rp20 juta per kios," ujar salah seorang berinisial RS, Sabtu (10/4).

Sementara itu, Kepala Humas Satgas Nemangkawi Kombes M. Iqbal Alqudussy mengatakan, Oktavianus dan Yonatan hanya menjalankan tugas sebagai guru dengan niat mulia mencerdaskan anak-anak Kabupaten Puncak, Papua. Tidak ada bukti kedua guru tersebut sebagai mata-mata aparat.

Advertisement

"Siapapun yang punya hati nurani pasti tidak akan membenarkan penembakan keji tersebut. Saya sebagai manusia sangat berduka dan prihatin terhadap keluarga almarhum," kata Iqbal.

Logistik KKB, papar Iqbal, semakin tergantung pada hasil pemerasan ke warga. Kini, KKB juga tidak lagi kebagian dana Otonomi Khusus sejak ada larangan tegas dari Kementerian Dalam Negeri kepada Pemerintah Daerah untuk tidak menyalahgunakan Dana Otsus Papua.

"Mereka ini juga pintar memanfaatkan media. Setelah eksekusi korban. Lalu update ke media sosial sebagai sebuah kebanggaan dengan menggiring informasi seolah-olah tindakan mereka sudah benar untuk mencari dukungan publik," jelasnya.

Advertisement

Diketahui, peristiwa penembakan oleh KKB terhadap warga bisa mengancam nyawa siapapun. Peristiwa serupa pernah juga terjadi tepatnya pada 22 Mei 2020, ada tenaga medis yang sedang menangani Covid 19, ditembak karena dilabeli intel aparat oleh KKB.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.