Polisi bakal kembali periksa Novel Baswedan soal keterlibatan jenderal
Polisi bakal kembali periksa Novel Baswedan soal keterlibatan jenderal. Menurut Argo, ucapan Novel itu bisa saja menjadi fitnah. Oleh karena itu penyidik akan menanyakan perihal tersebut.
Penyidik Polda Metro Jaya berencana memanggil Novel Baswedan terkait kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Polisi akan memeriksa Novel terkait ucapan yang menyebutkan adanya seorang jenderal dalam kasus ini.
"Ya tentu penyidik akan memanggil nanti ada beberapa pertanyaan di mana di Singapura ada beberapa pertanyaan yang belum di jawab dan akan kita tanyakan," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jumat (23/2).
"(Soal jenderal) Kan sudah kita tanyakan dan dia menyebut seseorang maka kita perlu tanyakan apakan betul atau hanya asumsi," sambungnya.
Menurut Argo, ucapan Novel itu bisa saja menjadi fitnah. Oleh karena itu penyidik akan menanyakan perihal tersebut.
"Nanti misalnya betul melanggar hukum nanti kita kumpulkan bukti-buktinya. Kalau misalnya asumsi ya bisa menuduh orang di mana tidak boleh karena akan melanggar norma agama dan norma hukum," tegasnya.
Seperti diketahui, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal. Saat itu Novel usai melaksanakan salat Subuh di Masjid Al Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa 11 April 2017 lalu. Dari kejadian itu, Novel mengalami kerusakan di bagian matanya dan harus melewati beberapa rangkaian operasi.
Baca juga:
Kepulangan Novel Baswedan dan utang penuntasan kasus penyiraman
Kepulangan Novel Baswedan ke tanah air momen dorong Jokowi bentuk TGPF
Novel Baswedan konsultasi dengan dokter sebelum pulang ke Indonesia
Kembali ke Indonesia, Novel Baswedan tetap diberikan pengamanan
Fahri sarankan Polri rekrut kembali Novel: Lebih bermanfaat daripada di KPK