LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi Bakal Cecar Wali Kota Bukittingi Soal Pernyataan Kasus Inses

Kasus inses atau hubungan seksual sedarah di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) yang diungkapkan pertama kali oleh Wali Kota Erman Safar, kini tengah menjadi sorotan banyak pihak.

2023-07-01 18:35:00
Regional
Advertisement

Kasus inses atau hubungan seksual sedarah di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) yang diungkapkan pertama kali oleh Wali Kota Erman Safar, kini tengah menjadi sorotan banyak pihak.

Kasus tersebut viral di media sosial dan berujung laporan polisi. Hingga kini, polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi terkait kasus dugaan hubungan seksual sedarah antara ibu dan anak tersebut, termasuk pencemaran nama baik dan kabar bohong.

Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi AKP Fetrizal merinci, 12 saksi yang diperiksa merupakan tindak lanjut dari laporan dari lembaga adat Ninik Mamak serta seorang ibu berinisial EY yang diduga disebutkan telah melakukan persetubuhan dengan anaknya. Kedua laporan tersebut sama-sama terkait pencemaran nama baik dan berita bohong atau hoaks atas peryataan Wali Kota Bukittingi.

Advertisement

"Saksi dari dua laporan itu ada sembilan orang, kemudian terkait informasi dugaan kasus inses juga kami selidiki dan sudah diperiksa dua orang saksi. Dari laporan hingga adanya dugaan kasus inses tersebut saling memiliki keterkaitan," kata Fetrizal saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (1/6).

Fetrizal mengatakan, setelah selesai pemeriksaan saksi, polisi bakal melakukan pemanggilan terhadap terlapor.

"Setelah pemeriksaan saksi selesai, nanti untuk terlapor (Erman Safar) itu kita bakal melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangannya," tuturnya.

Advertisement

Lanjutnya, untuk mengungkap kebenaran terkait benar atau tidak adanya inses di Bukittinggi, polisi masih memeriksa saksi lanjutan.

"Saat ini kami masih menjadwalkan pemeriksaan saksi lanjutan. Bagaimana hasilnya nanti kita sampaikan," tuturnya.

Skandal dugaan persetubuhan antara ibu dan anak tersebut disampaikan pertama kali oleh Erman Safar. Katanya, perbuatan inses atau hubungan sedarah itu sudah terjadi selama bertahun-tahun.

Kasus itu diungkapnya pada saat acara Sosialisasi Pencegahan Pernikahan anak di Rumah Dinas Wali kota Bukittingi, Rabu (22/6). Erman Safar menuturkan, warganya sejak duduk dari bangku SMA berhubungan banda dengan ibu kandung. Hubungan terlarang tersebut sudah terjadi selama bertahun-tahun.

"Anak kita dari SMA sampai usia 28 tahun berhubungan badan dengan ibu kandungnya," katanya melalui rekaman suara yang diterima merdeka.com.

Lanjutnya, saat ini kasus tersebut sudah ditangani Pemerintah Kota Bukittingi dan saat ini anaknya sudah di karantina.

"Bapaknya ada? Bapaknya ada di rumah. Ibunya berusia 51 tahun dan Bapaknya 83 tahun. Dunia sudah tua," katanya.

Erman Safar akhirnya buka suara setelah dilaporkan ke polisi. Dalam video yang diterima merdeka.com, Erman menyatakan ucapannya tersebut berdasarkan informasi dari sebuah lembaga resmi yang memperoleh izin dari Kementerian Sosial, bahwa ada warganya di Bukittinggi yang sedang direhabilitasi.

"Saya tanya langsung kepada anak yang bersangkutan, dan anak menyampaikan hal yang sama. Dan itu mengagetkan saya. Harusnya perbuatan itu tidak terjadi di tengah masyarakat kami. Itu sekitar tiga bulan lalu," katanya.

Erman kemudian menceritakan hal itu saat melakukan sosialisasi soal bahaya pernikahan di usia dini. Dia mengaku mengungkap kasus inses itu karena tema acara tersebut Waspada Pernikahan Dini.

"Di sana (saat kegiatan sosialisasi) saya sampaikan informasi-informasi penyimpangan seksual karena temanya itu waspada pernikahan di bawah usia. Saya sampaikan keadaan-keadaan dengan bentuk informasi yang sudah kami olah lebih general begitu, tidak menyebut nama bahwa di Bukittinggi ini kami mendapatkan informasi ada anak yang berhubungan dengan orang tuanya, lalu juga LGBT, lalu korban pelecehan seksual anak lalu bahaya narkoba saya sampaikan," ungkap Erman.

Kemudian selepas menyampaikan informasi itu, dia kaget ternyata viral di media massa maupun media sosial.

"Lalu kemudian itu viral. Itu di luar sepengetahuan kami, dan kami tidak pernah meminta wartawan dari awal kita mendapati perbuatan penyimpangan ini untuk diberitakan," pungkas Erman.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.