LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi Ambil Sampel DNA Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda

Penyelidikan polisi langsung dilakukan di hari yang sama. Mesti menolak autopsi, dan keterangan orangtua dari pakaian yang melekat di jasad balita itu adalah Yusuf, namun polisi ingin lebih memastikan lagi.

2019-12-09 19:21:19
Penemuan mayat
Advertisement

Polisi terus bergerak menyelidiki temuan balita Ahmad Yusuf Ghazali, ditemukan meninggal tanpa kepala, Minggu (8/12) kemarin. Meski mendapatkan penolakan autopsi dari orangtua balita Yusuf, itu bukan masalah bagi kepolisian.

Penyelidikan polisi langsung dilakukan di hari yang sama. Mesti menolak autopsi, dan keterangan orangtua dari pakaian yang melekat di jasad balita itu adalah Yusuf, namun polisi ingin lebih memastikan lagi.

"Iya, sampel DNA jenazah kita ambil," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa, kepada merdeka.com, Senin (9/12).

Advertisement

Keluarga Menolak Jasad Diautopsi

Damus menerangkan, pakaian balita Yusuf, jadi barang bukti dan petunjuk kepolisian, untuk melangkahkan penyelidikan lanjutan. "Pakaian itu sudah kita amankan," ujar Damus.

Sementara, melihat kondisi jenazah balita Yusuf, Lukman sebagai pamannya, menilainya sangat menyedihkan. "Kami menolak autopsi, karena jenazah sudah terlalu lama," kata Lukman.

Advertisement

Kondisi jenazah yang tidak lagi utuh organ tubuhnya, lanjut Lukman, menepis kemungkinan keponakannya itu meninggal, setelah terjatuh dalam parit, dan kemudian terseret arus. "Saya yakin keponakan kami ini korban kejahatan, penculikan, sindikat," tegas Lukman.

Untuk diketahui, jasad balita yang ditemukan Minggu (8/11) kemarin, di parit besar permukiman warga di Jalan P Antasari II RT 30, dipastikan adalah jasad balita Yusuf, yang hilang selama 16 hari, sejak Jumat (22/11). Itu diketahui, dari pakaian yang masih melekat pada jasad, dan dipastikan ibu kandung korban, Meli Sari (30).

Kasus itu ditangani kepolisian, sejak orangtua balita Yusuf, melapor kehilangan anaknya saat berada di PAUD itu, sehari kemudian Sabtu (23/11). Polisi bergerak menyelidiki, melalui tim Reskrim gabungan Polsek Samarinda Ulu, dan Polresta Samarinda.

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.