Polemik Al-Maidah, ratusan pelajar diajak guru demo Ahok
Ratusan pelajar dari Pesantren Persis 69 Matraman, Jakarta Timur, ikut aksi bersama Front Pembela Islam (FPI) di depan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka ikut memprotes Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Basuki Tjahaja Purnama terkait surat Al-Maidah ayat 51.
Ratusan pelajar dari Pesantren Persis 69 Matraman, Jakarta Timur, ikut aksi bersama Front Pembela Islam (FPI) di depan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka ikut memprotes Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Basuki Tjahaja Purnama terkait surat Al-Maidah ayat 51.
Salah satu pelajar di Persis 69, Tama mengaku ikut demo karena diajak oleh gurunya. Bahkan, katanya seluruh guru juga ikut turun ke jalan.
"Ya disuruh guru buat ikut partisipasi saja. Ini satu sekolahan. Dia (guru) bilangnya abis salat Jumat kita demo. Guru ikut semua," katanya di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/10).
Dia menjelaskan, seharusnya pukul 14.30 WIB sudah kembali ke rumah. Namun, karena ada ajakan demo terpaksa mereka harus pulang lebih lama.
"Harusnya pulang jam setengah tiga. Ini dari kelas 10, 11 dan 12. Kita enggak senang kalau umat muslim dikatain bohong," terang Tama.
Dalam aksi ini mereka juga membawa spanduk bertuliskan 'Tangkap Ahok, Penghina Al-Quran'. Mereka juga membawa bendera berukuran besar berwarna hijau bertuliskan Pesantren Persis 69, Jakarta Timur.
Pendemo yang mayoritas umat Islam di Indonesia ini marah setelah Ahok mengutip surat Al Maidah ayat 51 ketika melakukan kunjungan kerja di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.
Mengetahui pernyataannya menyinggung umat Islam, Ahok pun telah meminta maaf.
Dalam demo kali ini dijaga sekitar 2.800 personel polisi dan anggota TNI. Dua unit mobil water cannon juga sudah disiagakan, ditambah dengan satu unit mobil barracuda dan satu unit mobil pemadam kebakaran. Para petugas juga terlihat menenteng tembakan gas air mata.
(mdk/did)