LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polemik Ahok dan Ma'ruf Amin, ini kata Nusron Wahid

Polemik Ahok dan Ma'ruf Amin, ini kata Nusron Wahid. Nusron Wahid merupakan salah satu pengurus PBNU. Nusron juga pendukung Ahok di Pilgub DKI 2017.

2017-02-03 20:12:05
Pilgub DKI
Advertisement

Salah satu ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Nusron Wahid menilai, polemik antara Gubernur non aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja alias Ahok dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin sudah selesai. Menurut Nusron, kedua belah pihak sudah saling memaafkan.

"Pak Ahok sudah meminta maaf, Pak Ma'ruf Amin sudah memaafkan, antara yang bermasalah sudah saling memaafkan yasudah artinya masalah selesai," ujar Nusron saat bertandang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (3/2).

Mantan Ketua Timses Ahok-Djarot ini juga meyakini Barisan Ansor Serbaguna Nahdhatul Ulama (Banser NU) tidak akan melakukan aksi anarki pasca insiden antara Ahok dan Ma'ruf. Pasalnya disebutkan Banser NU siap menggeruduk posko pemenangan Ahok-Djarot di rumah Lembang setelah perlakuan Ahok kepada Ma'ruf saat persidangan beberapa waktu lalu.

"Banser itu enggak akan menggeruduk saya tahu karakternya Banser. Banser itu taat hukum," kata Politikus Golkar ini.

Sebelumnya, dalam sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Ahok salah satu saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum adalah ketua MUI, Ma'ruf Amin.

Ma'ruf menegaskan, ucapan Ahok dalam kunjungan kerja di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu masuk ke dalam penodaan agama. Ahok pun menyatakan keberatan atas apa yang disampaikan Maruf Amin.

Ahok juga keberatan atas kesaksian Maruf Amin yang membantah ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menelpon Maruf pada tanggal 6 Oktober dimana sehari setelahnya yakni 7 Oktober, Agus Harimurthi Yudhoyono, lawan politiknya dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2017, bertemu dengan Maruf.

"Saya juga keberatan saksi membantah tanggal 7 Oktober 2016 bertemu pasangan calon nomor urut satu. Jelas jelas saudara saksi menutupi riwayat pernah menjadi Wantimpres Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Ahok, Selasa (31/1).

"Jadi jelas tanggal 7 Oktober saudara saksi. Saya berterima kasih ngotot bahwa saudara saksi tidak berbohong, tapi kalau berbohong kami akan proses secara hukum saudara saksi untuk membuktikan bahwa kami memiliki bukti," tegasnya.

Baca juga:
Protes sosialisasi Amdal reklamasi Pulau G dinilai politis
Agus Yudhoyono tak ingin gegabah tanggapi penyadapan SBY
Mau sowan, Ahok belum bisa temui Maruf Amin karena agenda padat
Blusukan di Cipayung, Ahok diteriaki warga tak lakukan penggusuran
Alumni ITB beri dukungan buat Agus-Sylvi
Ahok akan teruskan normalisasi mangkrak era Foke di Lubang Buaya
Bertemu orangtua sebatang kara di Cipayung, Ahok jamin kehidupannya

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.