Pole Dance bikin urusan ranjang dengan suami makin klimaks
"Karena lebih kencang, jepitannya juga lebih oke kalau untuk suami istri. Jepit tiang aja oke, apalagi yang lain."
Menikah bukan alasan seseorang tak menjaga bentuk tubuh dan penampilannya. Siapa pun, baik pria dan wanita sudah pasti harus tetap memiliki tubuh yang sehat dan bugar.
Keuntungan memiliki tubuh yang sehat bukan cuma untuk mereka yang melihat. Buat mereka yang sudah berumah tangga, urusan di ranjang akan lebih maksimal bila kita fit rohani dan jasmani.
Olahraga salah satu obat yang paling tepat memperoleh itu semua. Belakangan, jenis olahraga pole dance (olahraga dengan tiang) menjadi pilihan.
"Buat mereka yang sudah punya anak, olahraga ini bisa kencangin perut, tangan yang gelambiran jadi ketat, dan badan lebih tegap," terang Yunto, instruktur Pole Dance Studio Indonesia, saat berbincang santai dengan merdeka.com, Jumat kemarin.
Tak cuma dari segi penampilan yang dirasakan, ibu-ibu yang ikut pole dance pasti saat bercinta dengan suami merasakan kenikmatan yang lebih.
"Karena lebih kencang, jepitannya juga lebih oke kalau untuk suami istri. Jepit tiang aja oke, apalagi yang lain," terangnya.
Hal itu juga diakui Seina, ibu dua anak yang mengikuti kelas Pole Dance. Senia sangat menggemari olahraga Pole Dance karena dianggapnya tak mudah untuk dilakukan tiap wanita pada umumnya.
"Ikut Pole Dance itu saya baru di tahun 2013 ini kok. Cuma basicly memang saya ada balet sejak dulu. Balet ada juga pilates. Jadi pilates yang saya ikuti itu pilates yang diakui seluruh dokter internasional. Itu bisa berpengaruh pada olahraga seperti Pole Dance seperti ini, yang termasuk ekstrem ya," kata Seina beberapa waktu lalu.
"Karena Pole Dance itu sebenernya emang cantik. Tapi sebenernya kalau diikuti ya ekstrem aja sih. Ekstremnya karena si orang yang ikut itu sendiri harus punya kekuatan sendiri, nggak sembarangan pakai tangan atau kaki itu enggak. Pole Dance itu nanti bisa standar bentuk tubuhnya, nggak ada yang gede-gede gitu badannya. Lebih untuk pembentukan badan yang ideal. Yang sesuai lah, yang perempuan inginkan, proporsional. Jadi kalau orang pikir Pole Dance itu gampang, ya nggak. Pole Dance bukan cuma sekadar nempel di tiang," ujarnya.
Wanita berumur 31 tahun ini mengatakan Pole Dance yang diikutinya sekarang sangat berefek besar pada dirinya sendiri. "Dampaknya ya, jauh lebih kuat ya dari sebelumnya. Kuat untuk badannya sendiri, burning kalorinya super banyak. Dalam tiga bulan itu tanpa ada kita melakukan cardio atau lari, kita hanya melakukan pole dance itu bisa bakar kalorinya 4-5 kg lah dalam tiga bulan ini. Tapi porsi makan tetep biasa lo, badannya tetep bisa kenceng," paparnya.
Seina menambahkan, efek yang paling terasa ketika dia dan teman-temannya mengikuti Pole Dance adalah seketika hubungan rumah tangga mereka menjadi semakin harmonis. Sebab, sensor motorik menjadi sangat terasah ketika wanita rajin berlatih Pole Dance.
Sensor motorik yang terlatih itu berimbas pada hubungan intim suami dan istri. Kendati demikian, dia menampik jika Pole Dance seperti striptis. Menurutnya Pole Dance hanya mirip-mirip gerakan striptis saja.
"Kayak di sini kebanyakan yang ikut rata-rata habis putus sama pacarnya, hubungan rumah tangga berat, di sini itu bikin fresh lagi. Otak kita di-brainstorming lagi sama olahraga. Ada juga, itu pikirin tiangnya kayak suami kamu lagi bugil, misalnya gitu. Tapi bener kok, pole dance ini bisa membantu hubungan rumah tangga kita," imbuh wanita beranak dua ini.(mdk/war)